Updates from Juni, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • abrari 1:12 pm on 10 June 2012 Permalink | Balas  

    Biarlah dia berbicara mencela kehormatanku. Diamku, adalah jawaban bagi orang yang bodoh. Bukannya aku tidak memiliki jawaban. Hanya saja tidak pantas singa menjawab gonggongan anjing.

    Imam Asy-Syafi’i
     
    • abrari 1:15 pm on 10 Juni 2012 Permalink | Balas

      Dikatakan oleh beliau rahimahullah sebagai jawaban bagi para pencela kebenaran.

      • syaif 7:12 am on 16 Juni 2012 Permalink

        sabar ya Mas….

    • mangElan 1:41 pm on 24 Juni 2012 Permalink | Balas

      tidak pantas singan menjawab gonggongan anjing;
      mantap, cocok!
      sesuai dengan hadits rasulu-lLah SAW.

  • abrari 10:38 pm on 27 May 2012 Permalink | Balas  

    Sungguh Islam mengaturnya dengan mudah dan sederhana. Adat manusialah yang membuatnya sulit dan rumit.

    Iklan
     
  • abrari 11:20 pm on 13 May 2012 Permalink | Balas  

    Menilai 

    الإيمان يزيد وينقص

    Iman itu bertambah dan berkurang

    ***

    Dari kalimat tersebut, bagaimana kita menilai seseorang dengan objektif?

    Saat orang tersebut sedang naik imannya, penilaian kita kepadanya akan baik. Sebaliknya, saat orang tersebut sedang turun imannya, penilaian kita kepadanya akan buruk. Sayangnya kita sulit mengetahui bagaimana naik-turunnya iman seseorang (termasuk diri kita sendiri), apakah lebih banyak naiknya atau lebih banyak turunnya. Kalau lebih banyak naiknya, berarti taatnya lebih banyak, sedangkan kalau lebih banyak turunnya, berarti maksiatnya lebih banyak.

    Bisa jadi, orang tersebut banyak kebaikannya yang kita tidak ketahui, namun kita menilainya saat dia melakukan keburukan, maka kemungkinan besar kita akan menilainya buruk. Bisa juga sebaliknya, orang tersebut banyak keburukannya yang tidak kita ketahui, namun kita menilainya saat dia melakukan kebaikan, maka kemungkinan besar kita akan menilainya baik.

    Dan Allah-lah sebaik-baik penilai.

     
    • syaif 7:55 am on 30 Mei 2012 Permalink | Balas

      betul mas abrar… apa lagi jika orangnya itu munafik… di depan kita ia bagus.. tapi di belakang (?)…. berarti jawabannya siapapun orangnya, prinsip kita untuk mendekati atau dekat dengannya adalah karena Allah swt…. jika kita mendekatinya dengan cara baik, maka kita akan mendapati teman yg baik (dan sebaliknya)…. dan orang2 yg baik akan bersama-sama orang baik….

      • abrari 12:03 pm on 1 Juni 2012 Permalink

        Jangan bilang “munafik” ah, berat konsekuensinya, hehe

  • abrari 1:06 pm on 21 April 2012 Permalink | Balas  

    Pemaafan dan kedewasaan 

    “Bersikap dewasalah, jangan kekanak-kanakan. Maafkan dia, jangan menyimpan dendam!”

    Sebuah nasihat dari seorang kepada saudaranya. Nasihat yang baik, namun ada yang janggal menurut saya. Nasihat tersebut menyatakan bahwa sikap memaafkan adalah sikap dewasa, sebaliknya sikap tidak memaafkan atau mendendam adalah sifat kekanak-kanakan.

    Benarkan seperti itu? Coba kita bandingkan, antara orang dewasa dan anak-anak, siapa yang lebih mudah memaafkan?

    Saya justru menganggap bahwa anak-anak jauh lebih mudah memaafkan dibandingkan dengan orang dewasa. Coba kita ingat, ketika kita masih kecil dulu “berantem” dengan teman, bukankah dalam waktu singkat bisa baikan dan bermain bersama lagi? Berbeda dengan orang dewasa kalau sudah “berantem”, akan sulit memaafkan dan mungkin akan selalu diingat. Betapa banyak peperangan yang dipicu oleh adanya dendam, dan mereka itu orang dewasa bukan?

    Jadi, menurut saya, sifat mudah memaafkan adalah sifat kekanak-kanakan, sedangkan sifat mendendam adalah sifat orang dewasa. Dengan demikian, sifat kekanak-kanakan ini lebih baik :)

     
  • abrari 12:57 am on 3 April 2012 Permalink | Balas  

    Sabar dan ridha berbeda. Sabar ialah sikap tidak menyukai kenyataan tetapi ia tidak melakukan hal-hal yang menyalahi syariat dan menyalahi kesabaran. Adapun ridha adalah sikap tidak membenci kenyataan sehingga apa yang terjadi atau yang tidak terjadi pada dirinya dianggap sama. Inilah perbedaan ridha dan sabar. Oleh karena itu, mayoritas ulama berkata, “Sabar itu wajib, tetapi ridha itu boleh.”

    Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa juz 1, hlm 60-61
     
  • abrari 1:57 pm on 31 March 2012 Permalink | Balas  

    Untuk para mahasiswa 

    Rekan mahasiswa yang sepertinya lebih paham urusan kesejahteraan rakyat dibanding pemerintah, coba lakukan hal berikut:

    1. Studi literatur dan lapangan terkait ekonomi, BBM, dan kesejahteraan rakyat.
    2. Buat skripsi yang membahas topik tersebut beserta solusinya.
    3. Adakan seminar skripsi yang telah dibuat.
    4. Pertahankan skripsi tersebut di hadapan dewan penguji yang terdiri dari para menteri terkait bidang ekonomi, BBM, dan kesejahteraan rakyat.

    Seharusnya bisa lebih bermanfaat daripada sekedar orasi, menyebar tulisan, provokasi, dan sebagainya. Seharusnya ini kan yang dilakukan mahasiswa (terutama tingkat akhir).

    Dan kalau seperti ini insya Allah tidak termasuk demonstrasi yang dilarang Rasulullah, karena kalau bisa seperti ini justru berarti menasihati penguasa dengan cara yang baik (dan ilmiah).

     
  • abrari 6:23 am on 6 March 2012 Permalink | Balas  

    Wahai mahasiswaku, IPK itu bukan masalah penting, tidak menentukan masa depan, hanya urusan kecil dan remeh-temeh. Jadi kalau urusan kecil dan remeh-temeh itu saja dirimu sampai jatuh dan hancur-hancuran, maka jangan pernah bermimpi untuk bisa menyelesaikan masalah yang lebih besar. Andai kau tahu nak, hanya para pecundang yang selalu berusaha membuat dikotomi kesuksesan dan IPK.

    Romi Satria Wahono
     
    • Al-Musafirah 10:57 am on 11 Maret 2012 Permalink | Balas

      Reblogged this on Milestone(s) and commented:
      Setuju sama pernyataan yang ini. Sayangnya; sepertinya ini cuma berlaku di Perguruan Tinggi kredibel. Bukan di perguruan tinggi tertentu yang dosennya menghambur-hamburkan nilai A. And also; there is a place somewhere in the world where you can polish your grades using some amount of money :LOL:

  • abrari 10:58 pm on 24 February 2012 Permalink | Balas  

    Cinta itu berawal dari akad nikah.

    Dari suatu grup fesbuk
     
  • abrari 11:19 pm on 22 January 2012 Permalink | Balas  

    Trigram matching works very well indeed for omission and insertion errors, adequately for substitution errors, better than might have been expected for multiple errors, but very poorly for transposition errors.

    Angell et al. 1983
     
  • abrari 11:16 pm on 31 October 2011 Permalink | Balas  

    Calon 

    Tingkat akhir kuliah, ada beberapa “calon” yang harus dipikirkan:

    1. Calon pembimbing tugas akhir
    2. Calon pekerjaan
    3. Calon pendamping hidup
    Yang pertama, alhamdulillah sudah dapat. Yang kedua, belum ada. Yang ketiga, sedang diperjuangkan :D
     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal