5 kegalauan syar’i

Diambil dari sebuah posting di FB.

PERTAMA
Kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut diampuni atau tidak. Dalam keadaan tersebut dia harus selalu merasakan kegalauan dan sibuk karenanya.

KEDUA
Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.

KETIGA
Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada masa mendatang.

KEEMPAT
Dia mengetahui bahwa Allah menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari Kiamat, tetapi dia tidak mengetahui ke manakah dia akan kembali (apakah ke Surga atau ke Neraka).

KELIMA
Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya?

Siapa yang merasa galau dengan lima hal ini dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa.

[(Tanbiihul Ghaafiliin (I/213), al Faqih as Samarqandy. Tahqiq ‘Abdul ‘Aziz al Wakil, Darus Syuruuq, 1410H) “Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il”, Penulis ‘Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim].