Setelah lulus?

Sedikit cerita random.

Suatu ketika, saya dipanggil untuk menghadap pembimbing skripsi untuk bimbingan seperti biasa. Ternyata di sana juga ada ketua departemen. Jadilah kami diskusi singkat bertiga. Pak ketua departemen bertanya apakah saya memang berminat jadi staf di sana. Saya pun mengiyakan, dan alhamdulillah beliau pun menyetujui.

Prosesnya memang tidak langsung, tapi beliau bilang bahwa memang diarahkan menjadi dosen di sana berhubung departemen memang kekurangan tenaga pengajar. Sambil melanjutkan kuliah pasca (yang katanya dibiayai departemen), sambil membantu urusan departemen, termasuk menjadi asisten, sebelum nantinya masuk ke “formasi” pengajar. Saat ini pun ada 2 orang senior saya yang sedang menjalani hal serupa.

Dan beliau menasihati bahwa gaji dosen itu kecil. Saya memaklumi, memang demikian adanya. Tidak apa-apa, yang penting cukup sebagai nafkah bagi keluarga kelak.

Beliau juga menceritakan bahwa ternyata beliau adalah sahabat ayah saya dahulu ketika masih kuliah. Sama-sama dari daerah Surakarta dan satu kontrakan dengan ayah saya saat masih kuliah.

Dan saya sendiri sepertinya memang ingin tinggal di Bogor saja. Ada banyak kebaikan yang bisa saya dapatkan di sini. Barangkali sebaiknya mencari pendamping hidup orang Bogor? Hehe :D

Dan untuk mencapai itu, kata pembimbing skripsi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah : lulus. Semoga terlaksana.