Kajian Web Usability RCgue.com – Transactor

Daftar isi

User dengan tipe Transactor, menurut Chak (2002), adalah user yang memang sudah siap untuk melakukan transaksi, atau dengan kata lain sudah siap untuk membeli produk yang ditawarkan di suatu website. Ia ingin transaksinya berjalan dengan mudah, cepat, dan aman. User tipe ini tentu saja sudah melakukan browsing dan evaluasi terhadap produk-produk yang ditawarkan. Mungkin saja ia memang berniat membeli dari awal, atau hendak melanjutkan transaksi yang sempat tertunda sebelumnya. User tipe ini yang seharusnya “dipertahankan”, karena merekalah konsumen yang potensial. Bila mereka lari dari website kita, maka gagal pula bisnis yang dijalankan.

Pada website RCgue.com, tersedia fasilitas shopping cart. Untuk menambahkan produk ke shopping cart, dapat dilakukan melalui 3 cara:

  1. Pada daftar produk acak,
  2. Pada daftar produk per kategori atau merek,
  3. Pada halaman detail produk.

Pada cara yang pertama, user tidak bisa langsung menentukan jumlah pemesanan (meskipun nantinya dapat di-update di bagian shopping cart). Sedangkan pada cara kedua dan ketiga, user bisa menentukan berapa jumlah produk tertentu dipesan sebelum dimasukkan ke shopping cart.

Misalkan menggunakan cara pertama, maka kita bisa langsung mengklik tombol “Add to cart” dan halaman berpindah ke halaman shopping cart (tidak terlalu terlihat karena berada di bagian bawah, perlu scrolling). Dan pada header website, informasi shopping cart akan diupdate, yang menyatakan bahwa shopping cart kita sudah terisi produk.

Namun, entah karena kesalahan desain CSS atau apa, tampilan informasi cart di header menjadi sangat berantakan ketika cart sudah terisi produk. Tombol “View cart” menjadi banyak, dan tidak jelas mana tombol yang benar-benar menuju tampilan shopping cart. Hasil mencoba-coba diketahui bahwa tombol paling ataslah yang benar-benar tombol “View cart”. Kesalahan yang cukup fatal karena informasi cart menjadi tidak jelas jika kita tidak membuka halaman shopping cart.


Pada halaman shopping cart, ditampilkan subtotal dan total, serta terdapat pilihan bila kita ingin mengupdate kuantitas atau menghapus produk dari shopping cart. Terdapat pula form untuk mengisikan kode kupon bila kita memilikinya.

Setelah selesai berbelanja, user akan melakukan checkout. Namun ternyata user harus melakukan registrasi dan login terlebih dahulu untuk melanjutkan checkout. Setelah mengisi data registrasi dan mengisi alamat pengiriman (step 1), tertera bahwa step 2 adalah pemilihan cara pembayaran. Namun ternyata step 2 tiba-tiba di-skip dan langsung ke step 3 (konfirmasi) dengan metode pembayaran sudah di-set “Bank Transfer” dan tidak dapat diubah. Hal ini membuat transaksi menjadi kurang fleksibel karena metode pembayaran terbatas.

Setelah semua step dalam checkout selesai, user akan melihat informasi cara membayar melalui transfer dan akan menerima e-mail yang berisi receipt belanja beserta status (confirmed/pending). User perlu melanjutkan ke langkah selanjutnya sesuai petunjuk cara berbelanja seperti yang sudah disediakan oleh RCgue.com.

Namun salah satu kelemahan website ini adalah tidak menyediakan informasi mengenai stok produk yang akan dipesan. Calon pembeli tidak tahu apakah produk yang ditawarkan masih ada stok atau tidak. Pihak RCgue.com memang tidak menyediakannya karena produk yang ditawarkan semuanya merupakan produk impor yang belum jelas jumlah stoknya. Mereka menyarankan agar calon pembeli menghubungi lewat telepon atau e-mail terlebih dahulu untuk menanyakan ketersediaan stok barang yang akan dipesan.

Secara keseluruhan, penulis memberikan rating 2/5 untuk sisi Transactor.