Rahasiakah data Anda di internet?

Keamanan dan kerahasiaan data di Internet. Itulah isu yang dibawa salah seorang dosen beberapa waktu lalu, bahwa tidak ada yang bisa dirahasiakan di internet. Data-data user, seperti e-mail, posting blog, status di Facebook, bahkan SMS, pastilah tersimpan dalam suatu database agar dapat dibuka kembali. Data-data itu pasti ada di suatu tempat, lebih tepatnya di server-server penyedia layanan itu. Para e-mail di Gmail disimpan di server Google, status Facebook disimpan di server Facebook, SMS mungkin disimpan di server operator, dan sebagainya.

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana keamanan dan kerahasiaan data-data itu?

Karena data-data itu tersimpan di server-server mereka, dan merekalah pemilik server-server itu, maka secara logika pastilah mereka yang berkuasa atas data-data kita. Mereka bisa saja melihat-lihat e-mail kita, memanipulasinya, bahkan menghapusnya kalau mereka menginginkannya. Namun, apakah mereka benar-benar melakukannya?

Wallahua’lam, tenang saja, mereka tidak akan melakukan hal-hal tidak etis seperti yang ditakutkan itu. Jadi perkataan dosen itu memang benar, tapi kekhawatirannya rasanya terlalu berlebihan :)

Kenapa saya katakan berlebihan? Banyak alasan yang bisa saya utarakan. Salah satu yang terkuat adalah, bahwa mereka (Google, Facebook, dll) adalah perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Perusahaan sebesar mereka pastilah memiliki apa yang disebut “privacy policy” atau kebijakan privasi. Pernah saya baca, sewaktu pertama kali Google meluncurkan Gmail, mereka dikritik habis-habisan, bahkan melalui jalur hukum karena kekhawatiran para pengguna akan privasi e-mail mereka. Namun bagaimana sekarang? Ternyata Gmail menjadi salah satu provider e-mail gratis yang paling populer. Itu membuktikan bahwa mereka juga peduli dengan yang namanya privasi data.

Kemudian, dengan kebijakan privasi itu, para karyawan di sana tentu saja juga tidak bisa melihat-lihat data yang ada dengan bebas. Bahkan mereka bisa dipecat dari perusahaan karena mencoba melihat-lihat data yang dirahasiakan itu. Data-data yang masuk bisa mencapai jutaan buah tiap detiknya. Bagaimana mereka akan melihat-lihat itu semua?

Kecuali kita orang sangat-sangat penting, seperti presiden atau teroris yang sedang diburu, kita tidak perlu terlalu khawatir tentang kerahasiaan data kita. Apakah para administrator data di sana peduli jika misalnya kita mengirim e-mail pribadi kepada seseorang? Terlebih, apakah mereka mengenal kita dan orang yang kita kirimi e-mail? Kasarnya, ngapain coba mereka iseng buang-buang waktu melihat-lihat jutaan e-mail pribadi yang masuk tiap detiknya?

Jadi, tidak perlu terlalu khawatir dengan kerahasiaan data kita. Maksudnya, data kita memang tidak terlalu rahasia, tapi juga tidak penting bagi mereka. Namun, wallahua’lam juga jika misalnya ada maksud yang lebih terselubung dari para pemilik data itu.