Join Fesbuk

Akhirnya aku pun bergabung dalam kelompok JF (Jamaah Fesbukiyyah). Terhitung sejak tadi pagi, akunku di Fesbuk (baca: Facebook) telah resmi diaktifkan. Entah apa yang mendasari hingga diriku pun ikut-ikutan terpapar olehnya. Mungkin karena kepengen akibat sering melihat teman-teman asyik berfesbuk ria dan berkomunikasi melalui situs tersebut, dan aku hanya bisa bermain sendirian dalam kungkungan dunia per-blog-an yang ternyata cukup sempit sehingga banyak ketinggalan informasi. Mungin juga karena ada “maksud-maksud tersembunyi” yang aku sendiri pun tidak mengetahuinya, seperti hendak mengejar seseorang misalnya.

Mungkin dapat dikatakan terlambat karena baru sekarang aku bergabung, sementara teman-teman yang lainnya sudah menjadi “gembong” Fesbuk sejak lama. Sebenarnya sudah dari dulu ingin bergabung, tapi karena beberapa kekhawatiran aku pun sedikit menahan diri. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa Fesbuk dapat menyebabkan kecanduan — menjadi seorang maniak. Jika sudah kecanduan, maka seolah-olah tidak ada kegiatan lain selain Fesbukan. Banyak biaya yang dikeluarkan untuk akses internet, yang tentu saja tujuan utamanya adalah Fesbukan. Seolah-olah fesbuk adalah satu-satunya situs internet yang ada.

Maka, aku tidak ingin kecanduan Fesbuk. Akun Fesbuk yang kubuat hanya digunakan jika diperlukan (semoga). Mudah-mudahan saja jaringan yang terbentuk melalui Fesbuk dapat membawa maslahat bagi semuanya, dan tidak menjadikan penggunanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Ok, selamat datang di dunia baru dan tetap low profile!