The return of the laptop

Alhamdulillah.

Akhirnya, setelah kemaren dibawa ke service center, laptop Lenovo Y400-ku yang malang bisa berfungsi kembali. Proses perbaikannya lumayan cepat, tidak sampai sehari. Diagnosa pada laptop tersebut adalah gagal harddisk (karena saya salah mempartisi) sehingga harus menjalani transplantasi (ganti) harddisk.

Anehnya, para teknisi tukang servis tidak mengakui bahwa harddisknya diganti. Memang, proses perbaikannya tidak diawasi. Mereka hanya mengatakan, “harddisknya di-flash.” Entah apa maksudnya. Setahuku yang di-flash itu adalah BIOS kalo nggak handphone yang rusak. Kami baru sadar bahwa harddisknya diganti di rumah saat mengecek ulang konfigurasi sistem. Ternyata harddisknya berubah merk. Untung saja diganti dengan yang berkapasitas sama. Untung pula tidak dikenakan biaya tambahan.

Dan akhirnya, ane pun sukses menginstal kembali Linux Ubuntu 9.04. Bahkan bisa dual-booting dengan Windows Vista setelah mengikuti langkah-langkah yang ditunjukkan pada situs ini (karena takut mengalami kerusakan lagi).

Yah, sekian kabar gembira tidak penting ini. Semoga laptop itu tidak kangen dengan service center lagi…