Selamat tinggal asrama

Setelah melalui tahap check out yang agak lama dan birokratis, akhirnya kami, mahasiswa TPB IPB angkatan 45 secara resmi sudah bebas dari asrama. Semuanya. Baik penghuni yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang bahagia tinggal di asrama maupun yang tidak, yang sudah membayar maupun yang belum.

Proses check out-nya kurang lebih sama seperti yang diceritakan oleh saudara Auzi Asfarian, S.TPB. Hanya saja, nilai asrama saya sangat kronis (begitu kata SR). Nilai saya cuma sekitar 20 dari skala 100 sehingga mendapat huruf mutu D. Jadi, boleh mengulang boleh tidak. Sanksi denda karena tidak mengikuti kegiatan asrama hanya sebesar 30 ribu rupiah (karena membayar lewat deadline, kalau membayar sebelum deadline akan lebih mahal). Potongan uang deposit juga sekitar 30 ribuan lebih sedikit.

Sedikit tambahan, pada proses check out ini ternyata kita bisa menemukan banyak “harta karun”. Maksudnya adalah barang-barang milik bekas penghuni yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya. Ya, itu memang bisa disebut “barang bekas” atau “sampah”. Tapi “sampah” yang saya dapat tadi (dari teman sekamar) adalah sebuah tas koper kecil yang masih sangat lumayan sekali bagusnya. Sebenarnya masih banyak “sampah lumayan” yang bisa dipulung. Tapi diurungkan karena faktor-faktor yang tidak bisa disebutkan.

Maka, dengan dikeluarkannya surat pernyataan kemerdekaan bebas asrama, kami pun meninggalkan tempat bersejarah ini. Meninggalkan sejumlah cerita serta menanggalkan sejumlah penderitaan.

Semoga kepergianmu membawa hikmah bagi kami, wahai asrama…

DSC00358

Teringat mars asrama (dengan sedikit perubahan)

Kami dulunya insan asrama
Bersatu padu menempa diri
Melupakan privasi, serta menahan diri
Menghadapi teman sendiri

Bersama di asrama
Memegang teguh kesabaran
Bersama di asrama
Menanti keajaiban…

TPB completed

100%