Ketika Blogging (Agak) Menjadi Beban

Itulah yang sedang pemilik blog ini rasakan akhir-akhir ini (sebenernya sejak dulu, sih). Semakin mendekati akhir semester kesibukan dalam hal perkuliahan semakin padat saja. Banyak hal “duniawi” lain yang juga menuntut untuk dikerjakan. Ditambah lagi, keadaan nomaden computing ini belum juga berakhir.

Keadaan ini juga didukung oleh keinginan dari dalam diri penulis untuk terus membuat posting yang bagus, bermutu, berkhasiat, amanah, cerdas, dan peduli rakyat. Dahulu, saya tidak terlalu memusingkan mutu tulisan dan sebagainya. Sekarang, setelah membaca berbagai posting inspiratif, bahwa menulis itu tidak boleh seenak jidat sendiri, mulailah timbul suatu kesadaran atau apalah namanya. Namun, pada kenyataannya, penulis masih sering menulis hal-hal sepele dan tidak berguna :)

Karena keinginan itulah, kini penulis harus memikirkan ide tulisan yang menarik dan bermutu, sesuatu yang cukup berat. Blogging tidak baik jika dilakukan secara spontan. Dosen bahasa Indonesia juga sering menasihati, bahwa kegiatan menulis harus benar-benar cermat dalam menuangkan “isi kepala” ke dalam sebuah tulisan.

Dua paragraf diatas hanyalah suatu ngeles alias sekedar alasan tak bermutu saja. Sebenarnya yang benar-benar membebani adalah yang disebutkan pada paragraf pertama.

Oh, ingin rasanya diri ini ber-hiatus