Belajar Bahasa Arab…

Beberapa minggu belakangan ini, kami memiliki sebuah kesibukan baru: belajar bahasa Arab. Walaupun kuliah semakin parah, kami masih mencoba menyempatkan diri untuk menghadiri majelis pelajaran bahasa Arab tingkat dasar. Berhubung majelis ini sifatnya gratis, maka tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk menimba ilmu bahasa Arab ini.

Ya, sebagai seorang muslim, alangkah baiknya bila kita mempelajari bahasa Arab. Jelas saja, agama Islam berbasiskan pada bahasa Arab. Kitab suci kita pun berbahasa Arab, begitu pula hadits-hadits rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Salah seorang sahabat, yaitu Umar bin Khattab radhiyallohu’anhu pernah menasihati kita agar kita mempelajari bahasa Arab karena ia adalah bagian dari agama Islam.

Sewaktu SMA dulu, saya pernah mendapat mata pelajaran bahasa Arab. Namun hanya berlangsung kurang dari setahun. Nah, saya mencoba untuk mempelajarinya lagi sekarang. Pengajar kami saat ini adalah seorang alumni IPB yang umurnya 10 tahun lebih tua dariku. Majelis pelajaran bahasa Arab ini diadakan malam hari, selepas shalat maghrib di sebuah masjid kecil yang cukup jauh dari asrama.

Ternyata, pelajaran yang kami terima cukup berbeda dengan sewaktu di SMA. Saat di SMA dulu, pelajaran bahasa Arab lebih fokus pada percakapan (conversation, muhadatsah). Namun, sekarang pelajaran ini fokus kepada ilmu nahwu-shorof, yaitu ilmu kaidah bahasa Arab, mirip dengan grammar dalam bahasa Inggris atau EYD dalam bahasa Indonesia. Dengan berbekal pemahaman mengenai ilmu ini, kita akan mampu membaca apa yang disebut “kitab Arab gundul” sekalipun. Pelajaran mengenai percakapan hanyalah dipelajari sebagai selingan saja.

Ilmu nahwu-shorof ini menurutku sangatlah rumit. Banyak sekali kaidah yang harus dihafal. Apalagi pelajaran mengenai perubahan bentuk kata (tashrif). Satu kata dapat berubah menjadi lebih dari 100-an bentuk baru yang memiliki makna berbeda. Bahasa Arab memang memerlukan daya hafal yang kuat. Mungkin karena inilah orang-orang Arab terkenal dengan kekuatan hafalannya yang luar biasa.

Namun demikian, betapapun rumitnya pelajaran ini, adalah sebuah tantangan tersendiri untuk mampu mempelajarinya. Apalagi melihat semangat teman-teman lain yang menggebu-gebu untuk bisa menguasainya. Lagipula, ini baru tingkat pemula. Tidak terbayangkan bagaimana saat sudah mencapai tingkat lanjut.

PENGUMUMAN

  • Minggu depan, selama dua minggu akan diadakan UTS semester 2. Dimulai dengan mata kuliah paling “seru”, KALKULUS.
  • Minggu depan juga akan diadakan ujian kenaikan tingkat aikido di STEKPI.