Rasa yang Membinasakan

ai Perasaan itu kembali menerpa. Muncul dan lenyap silih berganti begitu saja, dengan objek yang berbeda pula. Perasaan yang kata sebagian orang begitu indah. Ya, memang sungguh indah saat merasakannya datang.

Tapi sadarlah, sungguh dibalik keindahan itu tersimpan sesuatu yang membinasakan. Betapa tidak, ingatlah bagaimana keadaanmu setelah perasaan itu menetap. Semangat yang menghilang, berganti dengan kelemahan yang tidak jelas. Hmm… perasaan ini benar-benar akan menghancurkanmu suatu saat nanti.

Maka, dengarlah wahai diriku, sungguh engkau sedang ditipu oleh para syaithan. Mereka membisikkan keindahan-keindahan semu tentang dia kedalam dadamu. Sadarlah bahwa engkau sebenarnya sedang digiring kepada jalan kebinasaan. Janganlah engkau membantu mereka dalam membinasakan dirimu sendiri.

Wahai diriku, sadarlah, engkau tidak benar-benar menginginkan dia dan dia pun tidak menginginkanmu. Lalu apa yang sebenarnya sedang kau cari?

Wahai diriku, semakin lama engkau memendamnya, semakin lemahlah dirimu. Buanglah dia jauh-jauh dan ambil kembali semangatmu. Kalahkan para syaithan itu dan taklukkan godaannya.

Wahai diriku, jangan engkau mengikuti jalan orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri. Apakah engkau hendak kembali ke masa-masa jahiliyyahmu? Apa kata para penduduk langit jika seandainya engkau benar-benar mengikuti mereka…

Wahai diriku, jagalah dirimu, pandanganmu, telingamu, lisanmu. Jauhilah hal-hal yang akan mendorongmu kepadanya. Carilah orang yang engkau cintai dan diapun mencintaimu karena Allah…

Ya Allah, wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku kepada Dien-Mu…