Pisang Molen Asrama

Anda tahu pisang molen? Itu lho, pisang yang dibungkus dengan lembaran yang terbuat dari adonan tepung, lalu digoreng. Di asrama saya (asrama TPB-IPB), makanan ini digemari oleh kebanyakan penghuni asrama. Makanan ini adalah alternatif mudah dan cepat sebagai pengganti sarapan. Selain itu, harganya juga tidak terlalu mahal.

Pisang molen ini cukup mengenyangkan untuk sarapan karena ukurannya yang cukup besar, tidak seperti pisang molen pada umumnya. Biasanya yang membuat molen ini berukuran besar adalah tebalnya lapisan tepung, selain besarnya pisang yang dikandungnya. Lihat foto pisang molen ini, dan ukur sendiri dengan mistar yang telah disediakan:

Tampilan utuh molen asrama

Tampilan utuh

Molen di asrama selain dijual oleh kantin resmi asrama, juga dijual oleh para penghuni asrama yang setiap pagi hari mengambil pisang molen ini langsung ke pabriknya di dekat asrama. Penjual molen dari kalangan penghuni asrama berjumlah belasan orang atau lebih. Mereka menjual molen lebih pagi daripada kantin asrama, dan peminatnya pun masih cukup banyak.

molen2

Potongan melintang

Pabrik pisang molen yang merupakan home industry ini telah membuka lapangan kerja bagi banyak penghuni asrama. Keuntungan yang didapat oleh sang penjual molen ini cukup besar, yaitu mencapai Rp500 per buah, dan biasanya mereka mampu menjual molen-molen itu lebih dari sepuluh buah. Mereka membeli ke pabrik-pabrik itu dengan harga Rp1000, dan menjualnya kembali kepada penghuni asrama lain seharga Rp1500. Keuntungan yang lumayan untuk ukuran mahasiswa.

Jadilah hampir setiap pagi di lorong-lorong asrama terdengar suara para penjaja pisang molen yang menawarkan barang dagangannya ke setiap kamar. Yah, begitulah perjuangan para wirausahawan asrama…