Mayat-mayat Cinta

Ketika cinta menyerang, maka seseorang bisa menjadi seperti mayat. Entah menjadi seperti mayat karena sangat takluk kepada orang yang dicintainya, atau bahkan menjadi “mayat” betulan karena mengorbankan hidupnya untuk orang yang dicintainya…

Kira-kira seperti itulah bahasan dalam novel buku ini, “Mayat-mayat Cinta”, buku yang lumayan baru karangan ‘Amr bin Suroif al-Indunisy. Judulnya memang sengaja dimirip-miripkan dengan novel “islami” terkenal karangan Kang Abik, Ayat-ayat Cinta (AAC). Karena memang sebagian bahasan buku ini adalah kritik dan teguran kepada penulis AAC.

Mayat-mayat Cinta

Mayat-mayat Cinta

Buku ini mengulas paradigma cinta dalam tinjauan syari’at, dimana pada novel AAC dikaburkan dan bahkan hampir mengenai ranah kesyirikan kepada Allah subhanahuwata’ala. Juga memuat bahasan cinta dan tingkatan-tingkatan cinta yang diperbolehkan dalam syari’at, yang aman dari kesyirikan.

Selain itu, buku ini memuat kisah-kisah orang yang rela menjadi mayat (baca: bunuh diri) karena kecintaan yang berlebihan kepada makhluk. Mereka adalah orang-orang yang (kata penulis) akan masuk ke neraka disebabkan kecintaan mereka kepada makhluk yang mengalahkan kecintaan kepada Allah, juga karena mereka membunuh dirinya sendiri yang merupakan dosa besar.

Buku ini cocok dibaca oleh siapapun, mengingat pelajaran tauhid yang terkandung padanya, juga cocok diperuntukkan kepada orang-orang yang sedang terserang virus cinta, juga bagi mereka yang terlanjur terpesona dengan keindahan novel AAC…