Kenapa Linux Lebih Baik #5

Bagian kelima dari enam tulisan, insyaallah.
« Lihat tulisan sebelumnya

Berhubung lagi males nulis, mendingan lanjutin menyalin info mengenai kelebihan Linux dibanding Windows. Kali ini mengenai workspace, sistem pelaporan dan penanganan bug, serta (lagi-lagi) performa.

Sistem Multi-Workspace

Kamu (dan pengguna Windows lainnya, termasuk ane) mungkin hanya punya satu layar, betul kan? Nah, cobalah Linux, dan kamu akan memiliki empat layar. Yah, kamu memang tidak bisa melihat keempatnya dalam waktu bersamaan, tapi ini bukanlah masalah karena matamu juga tidak bisa melihat ke dua arah yang berbeda dalam waktu bersamaan, betul kan? Pada layar pertama, mari kita letakkan word processor. Pada layar kedua, perangkat lunak IM. Pada layar ketiga, web browser. Jadi ketika kamu sedang menulis sesuatu pada word processor dan kamu ingin mengecek sesuatu di internet, tak perlu lagi untuk mengamati jendela pada layar satu demi satu untuk menemukan browsermu, yang terletak jauh di belakang jendela lainnya. Kamu tinggal berpindah ke layar ketiga, dan voilà, inilah web browsermu.

Perhatikanlah gambar berikut, terutama pada bagian kanan-bawah dari layar

Virtual Desktop Linux

Virtual Desktop Linux

Itu adalah workspace switcher / penukar workspace. Kamu bisa mengaturnya agar ia memiliki empat (virtual) layar, tapi kamu bisa memiliki lebih dari ini (penulis artikel ini menggunakan 12 layar, tapi beberapa orang menggunakan lebih banyak lagi). Yang paling kiri ditandai dengan highlight: itu adalah layar yang sedang aktif saat ini. Untuk berpindah/bertukar ke layar lain, kamu tinggal mengklik satu yang kamu inginkan (setiap layar akan memberikan jendela preview kecil yang menggambarkan jendela apa yang mereka miliki: pada gambar, tiga layar lainnya kosong), atau gunakan shortcut keyboard.

Melaporkan Bug

Jika kamu menemukan bug pada sistem Windows, kamu hanya dapat menunggu dan berdoa agar Microsoft cepat memperbaikinya (dan jika bug itu mengganggu keamanan sistem, kamu harus berdoa dengan lebih bersungguh-sungguh). Mungkin kamu berpikir bahwa melaporkan bug ke Microsoft (agar mereka bisa memperbaikinya lebih cepat) pasti mudah. Yah, pikirkanlah kembali. Ada artikel yang cukup menarik disini, yang membahas tentang hal ini (“birokrasi” Microsoft). Bagaimana jika Microsoft bahkan tidak menyadari adanya bug tersebut? Kalau begitu, berharaplah agar perbaikan dilakukan pada versi Windows selanjutnya (tapi kamu harus membayar beberapa ratus dolar untuk mendapatkannya).

Hampir seluruh perangkat lunak open source (termasuk distribusi Linux) memiliki sebuah sistem pelacakan bug. Kamu tidak hanya dapat mengarsipkan laporan bug (dan kamu disarankan untuk melakukannya!) menjelaskan permasalahannya, tetapi kamu juga dapat melihat perkembangannya: semuanya terbuka dan transparan kepada semua orang. Para pengembang akan menjawab, dan mereka mungkin akan bertanya tentang informasi tambahan untuk membantu mereka dalam memperbaiki bug. Kamu akan mendapatkan informasi ketika bug sudah diperbaiki, dan kamu juga akan mengetahui cara mendapatkan versi yang terbaru (tentu saja tanpa biaya). Jadi, di sini kamu memiliki orang yang menjawab permasalahanmu, menginformasikannya, dan semuanya itu gratis! Jika masalah pada sistem komputermu sudah terpecahkan, ini juga berlaku untuk semua orang: hal ini membuat semua orang selalu bekerja sama untuk membuat perangkat lunak yang lebih baik. Beginilah cara open source bekerja.

Capek Me-restart?

Apakah kamu baru saja meng-upgrade satu atau dua hal kecil pada sistem Windows menggunakan “Windows Update” ? Silakan reboot komputermu. Apakah kamu baru meng-install beberapa perangkat lunak baru? Silakan reboot komputermu. Apakah sistem komputermu tidak stabil? Cobalah untuk reboot, mungkin setelah itu segalanya akan berjalan lebih baik.

Windows selalu memintamu untuk me-restart komputer, dan hal ini menjengkelkan (mungkin kamu sedang mengunduh file berukuran besar, dan kamu tidak ingin menghentikannya karena harus meng-update beberapa hal di sistem komputermu). Walapun kamu telah meng-klik “Restart Later”, Windows tetap mengganggumu setiap 10 menit untuk memberitahu bahwa kamu harus me-restart komputer. Dan jika kamu sedang berada jauh dari komputermu dan tidak melihat pertanyaan tersebut, maka sistem akan reboot secara otomatis. Selamat tinggal download.

Pada dasarnya Linux tidak perlu di-restart. Jika Anda meng-install perangkat lunak baru (bahkan program yang berukuran sangat besar) atau menjalankan upgrade berkala untuk sistem, kamu tidak akan diminta untuk me-restart komputer. Jika memang diperlukan restart, hal ini karena adanya upgrade terhadap beberapa bagian inti dari sistem, dan hanya terjadi sekali dalam beberapa minggu.

Apakah kamu pernah mendengar tentang server Internet? Server Internet adalah komputer besar yang menjawab permintaanmu terhadap halaman web yang ingin kamu lihat, dan mengirimkan informasi tersebut ke browser. Sebagian besar dari server ini berjalan pada sistem Linux, dan karena mereka harus selalu siap sedia (pengunjung web bisa datang setiap saat), server-server tersebut tidak sering di-restart (karena service tidak dapat tersedia jika server sedang di-restart). Sebenarnya, banyak dari server tersebut belum pernah di-restart selama beberapa tahun. Linux memiliki stabilitas, tetap berjalan sempurna tanpa harus di-restart setiap waktu.

Mungkin kamu tidak akan membiarkan komputer hidup dalam beberapa minggu tetapi intinya: dengan Linux, sistem komputermu tidak akan merepotkan dengan keharusan restart setiap waktu.

Hidupkan Lagi Komputer Tua Kamu!

Kebutuhan perangkat keras yang selalu harus lebih tinggi dari sebelumnya menjadi keharusan buat Windows (95, 98, 2000, Me, XP, etc.). Kalau kamu tetap ingin menggunakan Windows, kamu harus selalu membeli perangkat keras yang baru. Tetapi, saya tidak dapat menemukan alasan apapun yang tepat untuk evolusi perangkat keras yang terlalu cepat. Banyak orang, tentunya, memerlukan komputer yang cepat dan perangkat keras yang baru dan bagi mereka, teknologi sangatlah penting. Tapi, buat sebagian besar pengguna, yang cuma berselancar di internet, cuma mengetik dan membaca email, menulis teks (menggunakan Word Processor) serta slide presentasi, apakah menjadi penting untuk terus membeli komputer baru setiap 2, 3 atau 4 tahun, di luar keuntungan yang diperoleh bagi penjual komputer? Apa alasan yang tepat kenapa komputer kamu tidak bisa melakukan sesuatu dimana 5 tahun lalu dia bisa melakukannya?

Linux dapat dengan baik beroperasi pada perangkat keras lama, dimana kalau menggunakan Windows XP, bahkan akan menolak untuk diinstal, atau membuat kamu harus menunggu 20 detik setiap melakukan klik :) Tentu saja, Linux tidak akan membuat sebuah komputer dengan usia pemakaian 12 tahun menjadi komputer tercepat, tapi Linux akan beroperasi dengan baik dan kamu bisa mengerjakan
pekerjaan seperti biasa (berselancar di internet, menulis dokumen, dll).


Di-copy-paste dengan sedikit perubahan dari http://www.whylinuxisbetter.net