Kenapa Linux Lebih Baik #3

Bagian ketiga dari enam tulisan, insyaallah.
« Lihat tulisan sebelumnya

Lanjut lagi ngopi-paste kenapa Linux lebih baik… Kali ini mengenai paket aplikasi, sistem penyimpanan file, serta keindahan tampilan desktop. Selamat melanjutkan…

Gudang Software

Jika kamu ingin mendapatkan perangkat lunak yang baru di Windows, maka yang akan kamu lakukan adalah:

  1. Mencari di internet untuk mendapatkan perangkat lunak apa yang cocok dengan kebutuhanmu.
  2. Menemukan website yang mengizinkan kamu untuk mengunduhnya.
  3. Mungkin kamu harus membayar.
  4. Akhirnya, mengunduh perangkat lunak tersebut.
  5. Melakukan instalasi.
  6. Kadang-kadang harus me-reboot komputer.

Wow, banyak sekali yang harus kamu lakukan, hanya untuk mencoba sesuatu yang baru!

Dengan Linux, segalanya menjadi sangat mudah. Linux memiliki program yang namanya “Package Manager”: ia mendaftar setiap perangkat lunak pada paket (package) mereka sendiri. Jika kamu butuh beberapa perangkat lunak baru, kamu cukup membuka Package Manager, ketik beberapa kata kunci, pilih perangkat lunak yang diinginkan lalu klik “OK”. Atau lihat saja daftar perangkat lunak yang telah ada (dengan banyak sekali pilihan!) dalam setiap kategori.

Pemakaian Harddisk yang Rapi

Kalau kamu sudah tahu apa itu fragmentasi, dan sudah sering men-defrag harddiskmu setiap bulannya atau dalam jangka waktu tertentu, inilah versi singkatnya : Linux tidak memerlukan defragmentasi.

Bayangkan harddiskmu sebagai satu lemari data berukuran raksasa, dengan jutaan rak (terima kasih kepada Roberto Di Cosmo untuk perbandingannya). Setiap rak hanya dapat memuat sejumlah data. Untuk itu, data-data yang ukurannya tidak sama dengan ukuran rak harus dipecah ukurannya dan disimpan ke dalam beberapa rak. Beberapa data memiliki ukuran yang sangat besar sehingga mereka memerlukan ribuan rak. Tentu saja, akan lebih mudah untuk mengakses data-data tersebut ketika rak yang mereka isi berdekatan satu sama lain di dalam lemari data

Sekarang andaikan kamu menjadi si empunya lemari data, tetapi kamu tidak punya banyak waktu untuk mengurus lemari tersebut, sehingga kamu berniat untuk menyewa orang untuk mengurusnya. Dua orang melamar, seorang perempuan dan seorang lelaki:

  • Lelaki tersebut memiliki strategi berikut: dia akan mengosongkan rak ketika ada data yang dipindahkan atau dihapus, membagi setiap data baru ke dalam potongan-potongan kecil seukuran rak, dan secara acak meletakan setiap potongan ke dalam rak yang pertama kali ditemukan dalam keadaan kosong. Ketika kamu mengatakan bahwa akan menjadi cukup sulit untuk menemukan potongan dari satu data tertentu, jawabannya adalah kamu harus menyewa lagi beberapa orang setiap minggunya untuk merapikan setiap rak ke tempat yang seharusnya.
  • Sedangkan sang perempuan memiliki teknik yang berbeda: dia akan mencatat, pada sebuah kertas, setiap rak kosong yang berdekatan. Ketika datang data baru, dia akan mencari dalam daftarnya ruangan yang cukup di dalam rak-rak yang kosong, dan disanalah data tersebut diletakkan. Dengan cara ini, dan asumsi ada cukup banyak aktivitas yang terjadi, lemari data akan selalu dalam keadaan rapi.

Tanpa ragu-ragu, kamu seharusnya menyewa perempuan tersebut (tentunya kamu sudah tahu, wanita umumnya bekerja dengan lebih rapi :) ). Nah, Windows menggunakan metode pertama; sedangkan Linux menggunakan yang kedua. Semakin sering kamu menggunakan Windows, semakin lambat kamu mengakses suatu data :) semakin sering kamu menggunakan Linux, semakin cepat akses yang kamu dapat. Semuanya terserah kamu!

Pilih Desktopmu Sendiri

Sebagian besar pengguna Windows menggunakan desktop yang sama. Kamu masih bisa mengubah wallpaper atau warna tampilan window (biasanya biru), tetapi pada dasarnya kamu masih berada di antarmuka Windows yang biasa.

Dengan Linux, ada banyak pilihan tersedia untukmu. Kamu tidak dipaksa untuk menerima satu-satunya cara mengelola banyak window: Kamu dapat memilih dari banyak program, yang disebut “window managers”. Tetapi jangan khawatir, windows managers yang biasa pun juga menarik. Intinya adalah kamu bisa menggantinya sesuai keinginanmu.

Kamu bisa mendandani desktopmu sekehendak hatimu. Linuxmu bisa kamu jadikan seperti tampilan Macintosh, bahkan juga tampilan Windows. Kamu bisa memilih antara beberapa “window managers” yang cukup populer, misalnya KDE, GNOME, atau Xfce.

GNOME ala Macintosh

GNOME ala Macintosh

KDE versi terbaru, 4.1

KDE versi terbaru, 4.1

Xfce versi 4

Xfce versi 4

Desktop Futuristik

Kamu telah terksesan dengan efek 3D dan efek transparansi yang diperkenalkan oleh Windows Vista, dan kamu mengira teknologi ini sebanding dengan harga beberapa ratus dolar? Apakah kamu sudah membeli komputer baru agar bisa memenuhi kebutuhan Windows Vista? Jika demikian, kamu telah tertipu: Linux dapat melakukan efek-efek desktop keren itu dengan lebih baik, gratis, dan dengan kebutuhan perangkat keras yang lebih rendah. Klik disini untuk melihat videonya.


Di-copy-paste dengan sedikit perubahan dari http://www.whylinuxisbetter.net