Kenapa Linux Lebih Baik #2

Bagian kedua dari enam tulisan, insyaallah.
« Lihat tulisan sebelumnya

Pada tulisan kedua ini, akan ane salinkan kelebihan Linux dibanding Windows dari segi kebebasan lisensi, kelengkapan program, dan kemudahan update.

Bebas!

Linux dan perangkat lunak “sumber terbuka” (Open Source) bersifat “bebas”. Dengan kata lain, mereka menggunakan “lisensi bebas”, dan yang paling umum digunakan adalah GPL (General Public License) atau LBU (Lisensi Bebas Umum). Lisensi ini menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menduplikasi perangkat lunak, melihat kode sumber (“resep”-nya), memodifikasinya, dan mendistribusikannya kembali dengan lisensi yang sama, GPL

Jadi apa yang harus kamu pedulikan tentang kebebasan? Coba bayangkan kalau besok Microsoft bangkrut (ya, memang berlebihan, tapi bagaimana dalam 5 tahun, 10 tahun?). Atau bayangkan kalau tiba-tiba mereka menaikkan harga jual lisensi Windows atau Office tiga kali lipat. Kalau kamu sudah terlalu menggantungkan diri ke Windows, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu (ataupun bisnismu) bergantung kepada satu perusahaan, pada perangkat lunak yang dibuatnya, dan kamu tidak bisa membuat segala sesuatu bekerja tanpanya (apa artinya sebuah komputer tanpa sistem operasi?). Bukankah itu adalah permasalahan yang serius? Kamu mengalami ketergantungan pada satu perusahaan dan percaya sepenuh hati untuk merelakan sesuatu yang sangat penting saat ini sebagaimana komputer kamu bekerja semestinya, sesuai dengan kebijakan mereka. Jika Microsoft memutuskan bahwa kamu harus membayar $1000 untuk versi terbaru Windows, tidak ada yang bisa kamu lakukan (kecuali berpindah ke Linux, tentu saja). Jika Windows memiliki bug yang sangat mengganggumu dan Microsoft tidak mau memperbaikinya, tak ada yang bisa kamu lakukan (dan melaporkan bugs ke pihak Microsoft bukanlah hal yang mudah, nanti insyaallah ada pembahasan tersendiri).

Dengan Open Source, jika suatu proyek atau dukungan tidak berlanjut, semua kode program tetap bersifat terbuka bagi komunitas dan setiap orang bisa tetap melanjutkan proyek atau dukungan tersebut. Jika proyek itu sangat berguna terutama untukmu, kamu bahkan bisa melakukannya dengan dirimu sendiri. Apabila kamu terganggu dengan suatu bug, kamu bisa melaporkannya, berbicara langsung dengan para pengembang program tersebut, atau bahkan lebih baik, kamu bisa memperbaikinya sendiri (atau menggunakan jasa orang lain), dan mengirimkan kembali perubahannya ke para pengembang utama program sehingga semua orang akan merasakan hasil perbaikan yang kamu lakukan. Kamu bebas untuk melakukan (hampir) semua yang kamu inginkan dengan perangkat lunak tersebut.

Paket yang Lengkap

Menginstal Windows hanyalah awal dari pekerjaan. Bayangkan, kamu baru saja menginstal Windows XP terbaru dan bersiap-siap untuk mengeluarkan semua yang kamu tahu tentang komputer. Lalu teman kamu mengirimkan email dengan lampiran data PDF : oow, kamu tidak punya program untuk membaca file PDF. Kamu harus cari di intenet, situs yang menyediakan program Adobe Reader (atau penampil PDF lainnya), unduh programnya, instal, bahkan mungkin boot ulang. Hmpf, oke, sekarang kamu sudah siap! Masih di dalam email dari temanmu, ada dokumen teks file.doc. Windows tidak bisa membaca data tersebut, sekarang: hebat! Pilihannya, membeli Microsoft Office atau cukup mengunduh OpenOffice, tetap saja, kamu harus mencarinya, unduh programnya (semoga kamu punya koneksi broadband), instal, dan seterusnya. Lalu, teman kamu juga mengirimkan gambar, dengan kualitas kontras yang buruk, pencahayaan yang tidak pas, dan perlu untuk diatur ukurannya. Jadi sekarang kamu bisa membeli Photoshop (berapa banyak uang yang sudah dihabiskan?), atau mengunduh the GIMP (ini nama program yang punya fungsi sama seperti Photoshop) : cari, unduh, instal, dll. Cukup : kamu sudah dapat gambarannya, Windows masih jauh untuk dikatakan lengkap, dan menginstalnya merupakan awal dari segala kesusahan :)

Ketika kamu menggunakan Linux (seperti Ubuntu, Mandriva, Fedora, dll., masing-masing memberikan “rasa” yang berbeda dari Linux), kamu akan mendapatkan, tanpa menginstal apa-apa lagi :

  • Semua yang kamu butuhkan untuk menulis teks, menyunting spreadsheet, membuat presentasi, menggambar, menyunting persamaan.
  • Browser web (misal Firefox) dan klien email (misalnya Thunderbird, atau Evolution).
  • Editor gambar (GIMP) yang hampir sama bagusnya seperti Photoshop.
  • Sebuah instant messenger, atau software chatting.
  • Pemutar film.
  • Pemutar suara dan pengatur jadwal.
  • Pembaca data PDF.
  • Semua yang kamu perlukan untuk mengekstrak arsip (ZIP, dll.).
  • dll.

Update dengan Satu Klik

Windows punya satu perangkat yang diberi nama “Windows Update”, dimana kita bisa melakukan pembaruan (update) sistem kita dengan pembaruan paling akhir.

Tapi, bagaimana dengan semua perangkat lunak non-Microsoft ? Aplikasi-aplikasi Adobe ? Program ZIP ? Program pembakar CD/DVD ? Penjelajah situs dan klien email non-Microsoft, dll. ? Kamu perlu memperbarui mereka semua, satu demi satu. Dan itu memerlukan waktu, karena mereka memiliki mekanisme pembaruan masing-masing.

Linux memiliki pusat sentral yang dinamakan “Package Manager”, yang tidak hanya bertanggungjawab untuk seluruh sistem kamu, tapi juga untuk setiap perangkat lunak di dalam komputer kamu. Jika kamu ingin semuanya selalu terbaharui, satu hal yang harus kamu lakukan hanyalah menekan tombol “Install Updates” seperti di bawah :

Daripada Membajak, Pilih yang Gratis

Jadi, kamu benar-benar bersih, kamu sudah *ehm* membeli lisensi untuk semua perangkat lunak yang pernah kamu gunakan *ehm*, dan tidak ada yang bisa menggugatmu tentang hal ini? Yah, jika benar demikian, selamat :)

Namun, untuk sebagian besar orang, jujur saja, mengkopi perangkat lunak ilegal merupakan hal yang biasa. Mengkopi Adobe Photoshop daripada membeli, mungkin tidak memberimu mimpi buruk. Tetapi apakah kamu merasa yakin bahwa kamu tidak bermasalah dengan hal itu? Kamu pasti tidak begitu yakin, kan… Para pengembang perangkat lunak selalu berusaha dan menemukan cara lain untuk melacak pemilik perangkat lunak ilegal, dan karena semakin banyak orang memiliki koneksi internet permanen, mereka mungkin menambahkan fungsionalitas secara online pada perangkat lunak tersebut yang akan mengontrol dan memverifikasi perangkat lunak kopian tersebut setiap kamu menjalankannya.

Jika kamu menjalankan Linux dan menggunakan perangkat lunak free, kamu tidak perlu khawatir tentang hal ini! Sebagian besar dari perangkat lunak free (seperti pada “free speech” / kebebasan berbicara) adalah gratis (seperti pada “gratis minuman”). Kamu bisa mencari pengganti untuk sebagian besar perangkat lunak komersial di dunia ini. Mungkin masih ada kekurangan dalam fungsionalitas mereka, tetapi ini sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang. Berikut ini adalah daftar perangkat lunak komersial, dan padanannya dengan perangkat lunak open source:

Komersial Open Source Ada di Windows?
Adobe Illustrator (~$500) Inkscape Ya
Adobe InDesign (~$700) Scribus Ya
Adobe Photoshop (~$600) The GIMP Ya
Adobe Premiere (~$800) Kino, Cinelerra Tidak
Adobe Reader (free) Evince, Kpdf, GV Tidak
Apple iTunes (free) AmaroK, Rhythmbox, Banshee Tidak
Autodesk 3ds Max (~$3500) Blender Ya
Autodesk Maya (~$7000) Blender Ya
Kazaa (free) aMule, eMule Ya
Microsoft Excel (~$200) OpenOffice Calc Ya
Microsoft Internet Explorer (free) Firefox, Konqueror Ya
Microsoft Office (~$400) OpenOffice Ya
Microsoft Outlook (free) Thunderbird, Evolution, KMail Ya
Microsoft Powerpoint (~$200) OpenOffice Impress Ya
Microsoft Windows Media Player (free) Mplayer, VLC, Totem, Kaffeine, Xine Ya
Microsoft Word (~$200) OpenOffice Writer Ya
MSN Messenger (free) Pidgin, Kopete, aMSN Ya
Nero (~$100) K3b, Gnomebaker Tidak
Palm Desktop (free) Gnome-Pilot, KPilot Tidak
Quark XPress (~$800) Scribus Ya
QuickTime Player (free) Mplayer, VLC, Totem, Kaffeine, Xine Ya
Winamp (free) AmaroK, Rhythmbox, Banshee Tidak

Di-copy-paste dengan sedikit perubahan dari http://www.whylinuxisbetter.net