Kenapa Linux Lebih Baik #1

Bagian pertama dari enam tulisan, insyaallah.

Bagi antum yang sudah mulai bosan dengan sistem operasi bajakan antum saat ini, ane akan salinkan (ya, emang cuma copy-paste) beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux dibanding sistem operasi antum saat ini (Windows kan? Hayo ngaku…). Siapa tahu antum jadi tertarik ingin menggunakannya dan bermigrasi ke Linux. Berikut beberapa sisi positif Linux yang insyaallah akan ane publish dalam enam (6) tulisan.

Lupakan Virus!

Bila komputermu mati dengan sendirinya tanpa bertanya padamu, jika sebuah jendela dengan teks yang tidak jelas dan segala jenis iklan muncul tanpa kehendakmu, jika email terkirim ke seluruh kontak yang kamu punyai tanpa sepengetahuanmu, maka kemungkinan besar komputermu sedang terinfeksi virus. Alasan utamanya adalah karena sistem Windows berjalan di komputermu :D

Linux hampir tidak memiliki virus. Dan itu bukan berarti “Yah, sebenarnya sih tidak terlalu sering”, tetapi berarti “Jika kamu pernah mendengar tentang virus Linux betulan, beritahu saya”. Tentu saja, bukan tidak mungkin Linux terserang virus. Hanya saja, Linux membuatnya sangat sulit terjadi, karena beberapa alasan berikut:

  • Sebagian besar orang menggunakan Microsoft Windows, dan pembajak ingin melakukan sebanyak mungkin kerusakan (atau mendapatkan kendali) selama itu memungkinan: oleh karena itu, mereka menjadikan Windows sebagai target. Tetapi bukan hanya itu saja alasannya; Web Server Apache, yang merupakan perangkat lunak open source, juga memiliki pangsa pasar yang besar (melawan server Microsoft IIS), tetapi ia hanya mengalami sedikit sekali serangan dibandingkan dengan Microsoft IIS.
  • Linux menerapkan manajemen otorisasi yang pintar. Pada Windows, kamu (dan program apapun yang kamu install) biasanya memiliki kuasa untuk berbuat apapun terhadap sistem. Jika kamu merasa ingin menghukum komputermu karena baru saja menghilangkan sebuah dokumen penting, kamu bisa pergi ke dalam folder system dan menghapus apapun yang kamu mau: Windows takkan memberikan komplain. Tentu saja, saat komputermu di-reboot setelahnya, masalah baru akan terlihat. Tetapi bayangkanlah bahwa jika kamu memiliki hak untuk menghapus file-file yang berhubungan langsung dengan sistem komputer, maka program lain pun memiliki hak yang sama untuk menyalahgunakannya. Pada sistem Linux, hal ini tidak diijinkan untuk terjadi. Setiap kali kamu meminta hak akses untuk berbuat sesuatu yang berkaitan dengan sistem, kamu membutuhkan password sebagai administrator (dan jika kamu bukan administrator, maka kamu tidak bisa melakukannya). Program virus tidak bisa berkeliaran begitu saja dan menghapus atau memodifikasi sistem sesuai keinginan mereka; karena virus tersebut tidak punya hak otorisasi untuk berbuat seperti itu.
  • Lebih banyak mata yang mengawasi, berarti lebih sedikit celah keamanan yang ada. Linux adalah perangkat lunak open source, yang artinya siapapun programmer di dunia ini bisa melihat kode programnya (“resep rahasia” dari setiap program komputer), dan memberikan bantuan mereka, atau cukup memberitahu para pengembang software: “Hei, bagaimana jika bla bla, bukankah itu adalah celah keamanan?”

Sistem yang Stabil

Apakah kamu pernah kehilangan pekerjaan penting akibat Windows mengalami crash? Apakah kamu selalu mematikan komputer dengan baik, atau terkadang kamu mematikannya begitu saja karena Windows pada komputermu sudah “membeku” dan tidak mengijinkanmu melakukan apapun? Apakah kamu pernah mendapatkan “blue screen of death” atau pesan error yang mengatakan bahwa komputermu harus dimatikan karena alasan yang tidak jelas?

Versi terbaru Windows, terutama versi “Professional”, adalah versi yang paling stabil daripada sebelumnya. Walaupun demikian masalah ini masih sering terjadi.

Tentu saja, tidak ada sistem operasi yang sempurna, dan orang yang mengatakan bahwa sistem mereka tidak pernah crash pasti berbohong. Akan tetapi, beberapa sistem operasi sangatlah stabil sehingga sebagian besar penggunanya tidak pernah mendapati sistemnya crash, bahkan setelah sekian tahun berjalan. Ini adalah kondisi sebenarnya dari Linux. Salah satu cara untuk mengerti hal ini adalah sebagai berikut. Saat sistemcrash, ia harus dimatikan atau di-restart. Maka dari itu, jika komputermu dapat bertahan hidup dalam waktu lama, tidak penting seberapa banyak kamu menggunakannya, maka kamu bisa mengatakan bahwa sistem tersebut stabil. Kenyataannya adalah, Linux dapat berjalan selama beberapa tahun tanpa perlu di-restart (sebagian besar server internet berbasis Linux, dan biasanya tidak pernah di-restart). Tentu saja, dengan adanya update yang penting dan berat, terkadang sistem masih perlu di-restart (dengan cara normal, bukan dipaksa). Tetapi jika kamu menginstall Linux, dan menggunakan sistem tersebut sesuai apapun keinginanmu, bahkan jika kamu sering meninggalkan komputer tetap hidup dalam waktu yang lama, kamu dapat melakukannya bertahun-tahun tanpa ada masalah.

Linux Melindungi Sistemmu

Virus, trojan, adware, spyware … Windows mengizinkan semua itu memasuki komputermu dengan mudah. Waktu rata-rata PC dengan OS Windows (terkoneksi ke internet dengan update Service Pack 2) untuk terinfeksi adalah 40 menit (bahkan kadang-kadang bisa lebih cepat lagi, sekitar 30 detik).

Jadi, kamu bisa 1) meng-install firewall, 2) meng-install program antivirus, 3) menginstall program anti-adware, 4) menghapus Internet Explorer dan Outlook (dan menggantinya dengan Firefox dan Thunderbird), dan 5) berdoa supaya penyusup tidak cukup pintar mengatasi perlindungan tersebut, dan jika celah keamanan ditemukan dalam waktu kurang dari sebulan, Microsoft akan membuat update (dan hal ini tidak sering dilakukan). Atau kamu bisa meng-install Linux dan tidur nyenyak mulai sekarang.

Seperti yang sudah kami katakan diatas, perangkat lunak Open Source (misalnya, Linux) memiliki lebih banyak mata untuk mengecek kode programnya. Setiap programmer di Planet Bumi dapat mengunduh kode programnya, memeriksanya, dan meyakinkan apakah ada celah keamanan pada program tersebut. Di sisi lain, orang-orang yang diperbolehkan untuk melihat ke dalam kode program Windows (“resep rahasianya”) hanyalah mereka yang bekerja untuk Microsoft. Itu berarti ratusan-ribu orang (mungkin bahkan jutaan) versus beberapa ribu orang saja. Dan itu berarti perbedaan yang besar antara pengembang perangkat lunak Open Source dan perangkat lunak proprietary (berbayar).

Tetapi sebenarnya, ini bukan hanya tentang seberapa banyak celah keamanan yang dimiliki suatu sistem, dibandingkan dengan sistem lain. Jika ada banyak celah, tetapi tidak ada yang menemukan celah tersebut (termasuk para pembajak), atau celah-celah itu bersifat minor (tidak mempengaruhi bagian penting dari sistem), maka para pembajak tidak akan bisa menimbulkan kerusakan yang besar. Sesungguhnya ini adalah masalah seberapa cepat sebuah celah keamanan dapat diperbaiki setelah ia ditemukan. Jika sebuah celah keamanan ditemukan pada perangkat lunak open source, siapapun pada komunitas open source dapat memeriksanya dan membantu memecahkan masalahnya. Solusinya (dan versi update dari program tersebut) biasanya akan tersedia dalam beberapa hari, bahkan kadang-kadang beberapa jam sesudahnya. Microsoft tidak memiliki kekuatan komunitas sebesar itu, dan biasanya merilis patch keamanan sekitar satu bulan setelah celah keamanan tersebut ditemukan (dan terkadang dipublikasikan): itu lebih dari cukup bagi para pembajak untuk melakukan apapun yang mereka inginkan pada komputermu.

Gratis!

Jangan habiskan Rp. 2.760.000,- (atau $300) hanya untuk sebuah sistem operasi.
(dan jangan menduplikatnya secara ilegal)

Kamu mungkin berkata, “Saya tidak membayar sedikit pun untuk Windows”. Apakah kamu benar-benar yakin? Jika komputer barumu sudah terpasang Windows pada saat membeli, maka kamu membayar untuk Windows, pun kalau toko yang menjual komputermu tidak berkata apa-apa. Seperempatdari harga komputer barumu merupakan harga lisensi Windows. Kecuali jika kamu mendapat Windows secara ilegal, kamu mungkin benar-benar membayar untuk itu. Menurutmu, dari mana lagi Microsoft mendapatkan keuntungannya?

Di sisi lain, kamu bisa mendapatkan Linux tanpa membayar sepeser pun. Ya, semua orang di seluruh dunia telah bekerja keras untuk membuat sistem yang bagus, aman, efisien dengan tampilan menarik dan mereka memberikan hasil kerja mereka secara bebas untuk orang lain. Tentu saja, beberapa perusahaan telah membuat bisnis yang berhasil dengan menyediakan dukungan, dokumentasi, layanan telepon, dll., untuk versi Linux yang mereka dukung, dan ini merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, untuk sebagian besar kasus, kamu memang tidak perlu membayar sepeser pun.


Di-copy-paste dengan sedikit pengurangan dari http://www.whylinuxisbetter.net