Mati Listrik

Itulah yang agak sering terjadi di kampus IPB Darmaga belakangan ini. Bukan cuma sekedar mati lampu yang tinggal dipencet saklarnya untuk menghidupkan lampu tersebut, melainkan mati listrik yang berakibat pada matinya lampu-lampu listrik (halah). Ane tidak begitu tahu penyebabnya. Namun menurut observasi ane, dikarenakan akhir-akhir ini Bogor sering hujan deras di waktu malam (biasanya gak begitu deras), disertai kilat dan guntur yang membahana, membuat oknum PLN memutuskan aliran listrik demi keselamatan (husnudzan dulu).

Entah perkiraan tersebut benar atau tidak. Tidak terlalu berguna memikirkan sebab mati listrik, toh kita bukan oknum PLN. Namun kejadian ini sesuai dengan postulat Mas Ari yang mengatakan bahwa,

Nanti waktu mau menjelang UTS biasanya sering mati lampu (listrik -ed). Nginep aja di kosan ane.

Sepertinya postulat itu terbukti. Entah disengaja atau tidak, mati listrik ini terjadi pada malam hari dan pada saat minggu-minggu UTS berlangsung. Ane tidak membayangkan bahwa mati listrik akan terjadi sesering ini. Di rumah saya nun jauh di sana (Lampung), mati listrik tidak terlalu sering. Padahal Bogor kan lebih modern yah, tapi kok lebih sering mati listrik? Apa cuma di Darmaga aja?

Ya, itu mungkin adalah cobaan bagi kami. Kami mungkin sedang diberi hikmah supaya tidak menggunakan sistem belajar lama, yaitu belajar hanya pada saat mau ujian. Dan cara belajar seperti itu adalah gaya saya (mengandalkan ingatan temporer), makanya agak kesulitan saat mati listrik menjelang ujian. Apalagi di asrama kami belum mempersiapkan peralatan darurat saat mati lampu alias penerangan alternatif.

Untunglah masjid al-Hurriyyah memiliki sistem sumberdaya listrik mandiri (genset) yang terkadang aktif saat listrik PLN mati. Dan waktu mati listrik pada H-1 ujian Fisika, ane bersama beberapa teman menginap di masjid itu karena lampu di sana masih menyala, walaupun akhirnya tertidur awal waktu juga karena hujan yang cukup deras dan cuaca yang sangat dingin…