Kok Lemes?

Itulah pertanyaan yang pertama kali muncul dari orang-orang yang bertemu dengan ane. Atau pertanyaannya bisa bervariasi, “lemes amat…”, “semangat dong…”, atau yang sejenisnya. Mungkin Anda juga akan menanyakan hal yang sama jika bertemu dengan saya. Memang, wajah gua memiliki ekspresi standar yang jarang berubah, yaitu ekspresi lemas dan tanpa semangat. Sebenarnya ekspresi wajah itu tidak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya. Namun, karena ane telanjur terbiasa dengan ekspresi itu, mau apa lagi…

Jangan lihat buku dari sampulnya, tapi buku yang bagus biasanya sampulnya juga bagus. Begitu pula jangan lihat orang dari wajahnya, tapi orang yang baik akan terlihat kebaikannya dari wajahnya.

Ane ingin mengganti ekspresi wajah standar dengan wajah yang menyenangkan orang lain, seperti wajah Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam. Sudah sedikit diusahakan, tapi tetap sulit karena sudah terbiasa dengan ekspresi wajah dingin tanpa semangat…