Dimanakah Allah?

Apa yang terbayang di benak antum saat diberi pertanyaan kayak gitu? Jawaban orang mungkin berbeda-beda. Sebagian menjawab Allah ada di langit, Allah ada dimana-mana, Allah ada di dalam hati, dsb. Ini tentu berbahaya karena ini adalah masalah akidah. Hanya ada satu jawaban yang benar. Yang manakah? Mari kita kaji mana yang benar sesuai Al-Quran dan As-Sunnah.

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menjelaskan, yang kira-kira intinya:

Allah subhanahuwata’ala berada di langit, di atas arsy-Nya. Yang mengatakan bahwa Allah ada di langit adalah Allah sendiri. Allah berfirman dalam banyak surat di al-Quran:

  • Allah yang Maha Rahman bersemayam di atas ‘Arsy” (Thaahaa: 5)
  • “Apakah kamu merasa aman terhadap dzat yang di langit? Bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu…” (Al-Mulk: 16)

Begitulah Allah menjelaskan perihal diri-Nya. Yang berhak menjelaskan mengenai Allah adalah diri-Nya sendiri.

Kemudian (setelah masa kenabian berakhir) muncullah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana dan kemudian paham ini menyebar luas.

Betapa beraninya mereka membuat hal lain yang telah Allah tetapkan. Allah tidak mengatakan bahwa Dia berada di segala tempat, tidak pula mengatakan Dia berada di dalam hati hamba-Nya. Tapi Alah mengatakan bahwa Dia dekat **

Kelihatannya permasalahan ini adalah hal sepele, bukan? Tapi coba lihat penjelasan Ustadz Abu Hamam berikut, yang intinya:

Pemahaman mengenai keberadaan Allah adalah hal pokok yang wajib diketahui setiap muslim. Sebagaimana di jelaskan di dalam sebuah Hadits, Bahwasanya Beliau bertanya kepada Budak perempuan itu ( maksudnya, Budak perempuan Milik Mu`awiyah bin Hakam As Sulamiy ) , “Dimanakah Allah?” . Budak perempuan itu menjawab, ” Di Atas langit” Beliau bertanya lagi, “Siapakah Aku?” . Budak perempuan tersebut menjawab, “Engkau adalah Rasulullah” ( mendengar jawaban tersebut ) Rasulullah bersabda , “Merdekakan dia! karena dia seorang Mu`minah.

Dari hadits tersebut dapat diambil salah satu hikmahnya, yaitu salah satu syarat seseorang disebut mu’min adalah mengakui keberadaan Allah di atas langit. Hal ini bisa diketahui dari sabda Rasulullah, “merdekakanlah ia, karena ia seorang mu’minah.”

Juga dapat dilihat dari kebiasaan sebagian besar manusia yang jika berdo’a menengadahkan tangannya ke atas (ini merupakan fithrah manusia). Bahkan ada kisah pada masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam bahwasanya ada seekor semut yang terbaring terlentang dan menengadahkan tangannya ke atas untuk berdo’a kepada Allah (nabi Sulaiman kan bisa bahasa semut).

Jadi jelas ya bahwa Allah berada di atas langit, di atas Arsy-Nya. Jadi jangan ngomong yang enggak-enggak mengenai Allah.

** Allah Itu Dekat

Ya, memang. Allah berfirman yang artinya:

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”” (Qaff : 16)

Kelihatannya bertentangan dengan kenyataan bahwa Allah berada di atas langit. Tapi sebenarnya tidak. Allah memang dekat, tapi dekatnya Allah berbeda dengan dekatnya makhluk. Allah memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan makhluk-Nya. Begitu juga dalam hal kedekatan Allah dengan hamba-Nya.

Wallahu a’lam.