Laptop Kok Selalu Dicolokin?

Ana mempertanyakan fenomena aneh yang marak melanda para pengguna laptop (notbuk). Mereka selalu mencolokkan laptop mereka ke saluran listrik. Padahal, apakah mereka tidak menyadari bahwa laptop itu punya baterai? Atau memang mereka tidak membeli baterainya (dijual terpisah)?

Baterai laptop zaman sekarang biasanya bisa bertahan paling nggak 2,5 jam kalo di-charge (cas) penuh [citation needed]. Cukup lah kalo cuma untuk ngetik ataupun ngejunk di forum atau blog. Ngapain repot-repot nyari colokan listrik. Mungkin colokan listrik benar-benar dibutuhkan kalo baterainya sudah menipis. Kalau sudah begini, sah-sah saja jika antum panik mencari colokan listrik.

Namun yang terjadi di kalangan orang kebanyakan, terutama yang baru pegang laptop, penuh nggak penuh dicolokin aja itu laptop ke listrik. Padahal kebiasaan aneh ini dapat mengurangi umur baterai. Baterai yang biasanya tahan berjam-jam lama-kelamaan bisa turun performanya jadi cuma beberapa menit. Memang baterai modern sudah meminimalisasi dampak akibat penge-cas-an baterai ketika baterai masih penuh. Tapi alangkah baiknya kalo baterai laptop antum di-cas pas udah mau habis. Mencegah lebih baik daripada tidak mencegah bukan?

Kalo Anda memang tipe orang yang maniak mencolokkan laptop ke listrik, copot saja baterainya biar awet. Atau, belilah desknote, yaitu laptop yang memang gak punya baterai dan harus dicolokkan ke listrik. Lagipula, kayaknya desknote lebih murah deh.

Ane jadi teringat pas masih SMA dulu (sudah duluuu sekali), sang guru panik mencari sumber listrik untuk mencolokkan laptopnya, padahal dari ruang guru kayaknya dicolokin terus (berarti baterainya selalu penuh). Sampai-sampai gua dan teman ane berencana membuat seminar di sekolah, bahwa “Laptop Punya Baterai”.