Hukum Memakai Ayat Al-Quran atau Adzan sebagai Ringtone HP

Siemens ME75, henpon ana saat iniDulu, ketika zaman kita masih bodoh dalam agama, mungkin kita memakai lagu-lagu atau musik sebagai ringtone HP. Saat kita mulai mengenal Islam, mulai mengenal sunnah, mengetahui hukum musik dan nyanyian, kita akan berusaha menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih “islami”. Reformasi total lah istilahnya. Sampai-sampai kita mengganti ringtone henpon kita dengan ayat-ayat Al-Qur’an ataupun adzan (jangan nasyid lho). Yang jadi pertanyaan, bagaimana hukumnya? Berikut akan ana sajikan hukumnya berdasarkan apa yang gua baca tadi pagi.

Dari yang aku baca tadi pagi, yaitu majalah Qiblati, disimpulkan bahwa tidak boleh menggunakan ayat al-qur’an atau adzan sebagai ringtone henpon dengan alasan sebagai berikut:

  1. Termasuk perbuatan menyia-nyiakan al-Quran alias menempatkan al-Quran bukan pada tempatnya. Kalo untuk ringtone henpon, kan kalo bunyi, kita bakal secepatnya mengangkat telepon yang masuk bukan (lalu ringtone berhenti)? Nah, kalo ringtonenya ayat al-Quran atau adzan, bukankah berarti kita berusaha secepatnya untuk menghentikan bacaan al-Quran atau adzan ketika dia sedang dilantunkan? Kita kagak mungkin kan nunggu sampai ayatnya selesai dibacain karena mengangkat telepon dengan segera adalah termasuk adab bertelepon. Lagipula berhentinya di sembarang tempat di ayat tersebut.
  2. Dan berkata rasul, “Wahai Rabb sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sebagai yang disia-siakan.” (QS. Al-Furqon: 30).
  3. Gimana seandainya jika kita sedang di dalam WC, lalu ada yang menelpon kita. Padahal ayat al-Quran maupun adzan itu tidak boleh dibaca ataupun diperdengarkan di tempat-tempat kotor macam WC itu.
  4. Bila alasannya adalah sebagai bentuk dzikir kepada Allah subhanahuwata’ala, alangkah baiknya jika ayat-ayat tersebut didengar secara beneran, misalnya dijadiin MP3 terus didengerin pake headset, bukan dijadiin ringtone yang sekedar penanda ada telepon/pesan masuk.
  5. Sesungguhnya adzan itu adalah penanda tibanya waktu shalat, bukan penanda tibanya telepon atau pesan singkat.
  6. Jangan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Ini namanya dzalim.

Kalo begitu, apakah kita kembali memakai ringtone lagu-lagu dan musik? Jangan. Pake aja ringtone suara-suara alam ataupun suara kriiing biasa. Atau suaranya Doraemon atau suara ibu Anda ketika membangunkan Anda dari tidur (kaya punya Mas Mus’ab). Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mencari kebaikan tapi tidak mendapatkannya.

Wallahua’lam.