Asrama TPB-IPB – Pengantar

Logo Asrama

Setiap mahasiswa IPB program S1, pada tingkat pertama disediakan diwajibkan tinggal di asrama milik IPB. Tingkat pertama disebut Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Tingkat ini sama saja dengan SMA kelas 4 (kelas 13). Yang dipelajari adalah pelajaran SMA dan tidak mempedulikan jurusan. Semua jurusan mendapat pelajaran yang sama di tingkat pertama ini. Di ITB juga ada kan?

Asrama TPB-IPB wajib dihuni selama setahun, yaitu selama TPB. Aku sudah menempati itu asrama sejak tanggal 30 Juni 2008 dan chek-ot nya mungkin Mei 2009. Pulang kampung boleh dilakukan setiap minggu dengan ijin ke SR (apa itu SR? liat aja nanti). Tapi, temen-temen gua yang rumahnya cuman beberapa puluh kilometer dari IPB bisa pulang tiap hari.

Di asrama, terdapat fasilitas penunjang kehidupan yang cukup lengkap. Ada kantin, ada warung, ada penyewaan sepeda, ada kamar, ada antena internet, warnet gratis yang jarang aktif, ada pos satpam, ada gerbang, pagar kawat berduri yang mengelilingi asrama, ada kantor birokrat, dan yang terpenting, ada WC-nya!

Mengenai kamar, satu kamar disediakan untuk empat orang penghuni. Terbayang bukan betapa gimananya rasanya berada di kamar yang dihuni empat orang. Tapi, berhubung anak-anak SENAM-PTN belum pada berdatangan, ana tinggal di kamar cuma sama satu anak. Multiple orang dalam satu kamar memang ada keuntungannya, misalnya bisa ngerjain tugas bareng. Namun, hal ini akan cukup mengganggu bagi seorang anak introvert.

Di asrama ada yang namanya SR (Senior Residence). Tapi aku lebih suka menyebutnya RS (Resident Senior) karena menurut grammar kayaknya lebih pantes[citation needed]. Mereka adalah kakak-kakak pengasuh asrama yang dipilih dari mahasiswa tingkat III atau lebih. Mereka bertugas mengelola asrama (pegawai eksekutif) dan mengelola penghuni asrama. Mereka adalah orang baik-baik sekaligus orang-orang baik. Mereka semua muslim dan kebanyakan aktivis ROHIS.

Di asrama juga ada program-program alias acara-acara yang bertajuk “kebersamaan”. Acara-acara itu dirangkum dalam PPAMB (program pengembangan akademik dan multi budaya). Namanya aja Multi-Budaya. Jadi, kita (saya) diharuskan membaur bersama anak-anak lain. Mottonya aja “together to be better”. Hal yang sulit.

Yah, begitulah kalau masuk IPB. Semoga aja gua bisa bertahan dalam keterasingan bersama orang-orang asing lainnya, dan semoga satu tahun ini cepet berlalu. Dan semoga tulisan ini ada lanjutannya…