Di tempatku, ada sebuah makanan ringan (snack) yang memiliki nama yang sangat aneh. Snack itu berupa keripik, dan sebutannya adalah keripik setan. Seperti ini penampakannya:
Mungkin Anda akan bertanya-tanya, darimana keripik ini mendapatkan namanya. Apakah karena keripik ini buatan setan (syaithan), yaitu musuh terbesar manusia? Jelas bukan, keripik ini buatan manusia juga, sama seperti Anda. Apakah karena keripik ini bersifat menggoda dan menarik manusia ke jalan yang sesat? Tidak juga, karena keripik ini tidak menggoda ataupun menarik alias biasa saja. Hanya mungkin karena namanya yang mengundang rasa penasaran.
Sepertinya, alasan terkuat keripik ini dinamakan seperti itu adalah dalam hal rasanya. Ya, dari penampilan dari foto di atas mungkin sudah terbayang apa rasa keripik ini. Anda benar, keripik ini berasa pedas, bukan coklat, vanila, apalagi stroberi. Karena rasa pedasnya itulah keripik ini mendapat julukan keripik setan.
Rasa pedas dari keripik ini memang betul-betul “setan”. Membuat orang yang memakannya seperti kesetanan karena sensasi pedasnya. Atau mungkin orang yang memakannya akan spontan nyeletuk, “Setan bener ini keripik.” Rasa pedas dari keripik ini memang sedikit berbeda dari pedasnya sambal pada umumnya, yaitu pedas disertai sensasi rasa seperti menjilat balsem.
Ternyata, menurut gosip yang banyak beredar, dalam pembuatan keripik ini, memang dilibatkan sang balsem! Bumbu yang melapisi keripik tersebut diduga mengandung balsem walaupun sedikit. Karena itulah, rasa pedas dari keripik ini seringkali disertai rasa “lega” atau “plong” (Jawa: semriwing), seperti sedang memakan permen mint (atau balsem) yang kuat. Karena itu pulalah sensasi pedas dari keripik ini awet di lidah dan sulit dienyahkan. Namun ingat, ini baru gosip saja.
Lalu, bagaimanakah efek dari memakan balsem bagi kesehatan? Entahlah, ane juga ndak tahu. Tapi, salah seorang teman mengaku mengalami gangguan pencernaan (semacam diare) setelah memakan tiga bungkus keripik setan ini. Mungkin dapat disimpulkan bahwa jangan terlalu sering memakan benda ini, sebagaimana jangan terlalu sering membeli gorengan karena ada campuran plastiknya.
Wah, makin kaya parah saja makanan di negeri ini…

26 Mei 2009 pukul 4:35 pm |
pedes tau brar.kata temen gw
27 Mei 2009 pukul 4:38 am
Lha emang pedes. Coba aja ndiri. Insyaallah anda akan tersiksa.
27 Mei 2009 pukul 2:59 am |
Masih ada aja ini produk satu ini… “-_-
28 Mei 2009 pukul 7:26 am |
mungkin gini sejarahnya.
ada dua orang mulut pelaut lagi ngobrol.
Mulut pelaut 1: ” ***, lagi ngapain?”
Mulut pelaut 2: “elo nggak liat? gue lagi makan! dasar ****!”
Mulut pelaut 1: “Makan apa sich, ***?”
Mulut pelaut 2: “Elo buta? guwa lagi makan keripik, setan!!”
28 Mei 2009 pukul 10:39 am |
pernah nyobain dikit langsung tobat
:D
29 Mei 2009 pukul 7:03 am
Kalo udah tobat jangan diulangi lagi ya…
29 Mei 2009 pukul 5:29 pm |
iya brar, kemarin sempet googling juga kok banyak yang bilang ini pake balsem ya?
aneh juga sih, harganya yang begitu murah..
30 Mei 2009 pukul 2:09 am |
Rasanya “nusuk”….
30 Mei 2009 pukul 6:47 am |
Di tempatku juga ada. Namanya sudah umum biarpun yang memproduksi itu beda2. Bentuknya pun bukan seperti itu, tapi kripik singkong.
Dulu waktu pertama kali “dilaunching”, kripik ini berasa pedas nikmat, karena pedasnya adalah pedas lada. Belakangan setelah laris kok kualtasnya agak menurun. Minyaknya agak2 tengik dan berbau anyir seperti gajih (lemak) kambing yang udah busuk.
Kalau mengenai rasa balsem/mint, sepertinya ga deh. Tapi ga tau ya kalau di darmaga.