Anda yang menggunakan Windows pasti tahu fitur ini. Bahkan sebagian besar pengguna komputer dengan Windows menjadikan kegiatan ini sebagai “ritual” sebelum dan sesudah melakukan sesuatu dengan komputernya. Ya, itulah refresh, sebuah fitur unggulan dari Windows, yang gosipnya dapat mem-fresh-kan kembali komputer setelah digunakan. Untuk melakukannya, Anda cukup kembali ke desktop, lalu klik kanan, dan klik refresh, atau langsung saja tekan tombol F5 di keyboard. Jreng… dan semua masalah pun selesai.
Namun, apakah Anda semua tahu, apa yang sebenarnya terjadi saat Anda me-refresh desktop Anda? Benarkah semua gosip yang umum beredar di tengah masyarakat bahwa kegiatan refresh desktop dapat menyegarkan kembali Windows Anda?
Kebanyakan orang me-refresh dekstopnya saat menunggu windows loading secara sempurna atau ketika menunggu respon dari suatu aplikasi. Banyak juga yang me-refresh desktopnya setelah menutup suatu aplikasi dengan harapan dapat mengembalikan memori atau RAM yang terpakai atau menyegarkan kembali komputer. Ada juga yang sekedar “hobi” tanpa alasan.
Padahal, jika ditinjau dari beban pemakaian prosesor, kegiatan refresh ini justru memaksa Windows bekerja me-refresh desktop ketika dia sedang sibuk membuka atau menutup suatu aplikasi. Misalnya begini, Anda sedang menunggu suatu aplikasi terbuka, lalu Anda pun sibuk me-refresh dekstop berkali-kali. Hal ini hanya akan menambah beban prosesor sehingga bukan tidak mungkin loading akan berjalan lebih lama. Bahkan, mungkin akan membuat komputer anda hang (sering terjadi, bukan?). Jadi, refresh desktop berkali-kali saat Windows sedang sibuk malah akan berefek negatif dalam hal performa Windows.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi saat Anda me-refresh desktop?
Menurut blog ini, hanya ada satu, yaitu me-refresh icon-icon pada desktop! Bukan me-refresh memori apalagi mempercepat Windows. Anda tentu melihat ketika sedang me-refresh, icon-icon desktop Anda berkedip. Ya, itulah yang terjadi saat desktop sedang di-refresh.
Kesimpulannya, kegiatan refresh desktop ini adalah kegiatan sia-sia tetapi banyak dilakukan oleh orang. Barangkali, salah satu sebab kenapa Windows masih tetap populer dan kenapa Linux tidak disukai adalah karena Linux tidak memiliki fitur “refresh” pada desktopnya, begitu pula Macintosh.
Jadi, kenapa mesti me-refresh desktop?
16 Mei 2009 pukul 4:00 am |
Kalo bikin program yang bisa me-refresh desktop otomatis, pasti laku dijual tuh :)
16 Mei 2009 pukul 4:17 am |
Klik disini juga.
16 Mei 2009 pukul 8:15 am |
Sering ngerefresh kalau lagi ngincer pertamax di kaskus ;P
Hehehehe.. Berguna banget…
16 Mei 2009 pukul 1:48 pm |
@ auzi : lu ikut Perpakin aja lU
17 Mei 2009 pukul 5:59 am |
Betul juga ya, kegiatan “refreshing” seperti itu kerap dijadikan ritual wajib tanpa disadari. Pernah ada seorang teman yang kalau merefresh komputer itu ga cukup sekali-dua kali, tapi berkali-kali setiap kali refresh. Bahkan ada yang mencet tombol F5 lamaaaaaa banget biar windowsnya refresh berulang-ulang.
APakah mungkin orang2 sperti itu bisa disebut sebagai “maniak refresh”?
18 Mei 2009 pukul 3:20 am |
emang nggak ngapa2in kok
coba aja refresh sambil bukak task manager
nggak ada perubahan pada memori pa yg lain
kalo elo amatin, emang bner cumak icon yang “ngedip” bentar
tapi emang banyak yg seneng sm “fitur” satu ni. di kosan jg banyak
18 Mei 2009 pukul 11:34 am |
kalau sy seringnya cleaning pakai ccleaner, bisa puluhan kali tiap satu jam
19 Mei 2009 pukul 12:45 am
Itu jauh lebih aneh :)
18 Mei 2009 pukul 12:34 pm |
fitur itu juga jadi fitur favorit di kelas saya :)
21 Mei 2009 pukul 3:16 am |
Heheh…benul. ketika itu saya pernah nanya ke temen pemakai PC. setelah memakai aplikasi, trus me’refresh’ berkali-kali kompi. ta tanyain : koq seneng banget nge-refresh kenapa bos ? jawabnya ya ikut2an aja, kebanyakan begitu biar kompi gak lemot :D
21 Mei 2009 pukul 9:15 am
Taklid ya? Ikut-ikutan para teknisi komputer dan mas-mas penjaga warnet.
22 Mei 2009 pukul 7:14 am |
tapi ngrefresh itu seru lo brar.koyo’e ki trus marem ngono rasane
22 Mei 2009 pukul 7:16 am |
yang barusan ngomen itu deak
6 Agustus 2009 pukul 8:01 am |
wah ternyata ngerefresh tlah membuang tenaga telunjuk ku…
di buat tp tidak ada maanfaatnya
terrrrrrrtipu….
tidak ada lagi refresh2an
ha..ha…ha…