Perasaan itu kembali menerpa. Muncul dan lenyap silih berganti begitu saja, dengan objek yang berbeda pula. Perasaan yang kata sebagian orang begitu indah. Ya, memang sungguh indah saat merasakannya datang.
Tapi sadarlah, sungguh dibalik keindahan itu tersimpan sesuatu yang membinasakan. Betapa tidak, ingatlah bagaimana keadaanmu setelah perasaan itu menetap. Semangat yang menghilang, berganti dengan kelemahan yang tidak jelas. Hmm… perasaan ini benar-benar akan menghancurkanmu suatu saat nanti.
Maka, dengarlah wahai diriku, sungguh engkau sedang ditipu oleh para syaithan. Mereka membisikkan keindahan-keindahan semu tentang dia kedalam dadamu. Sadarlah bahwa engkau sebenarnya sedang digiring kepada jalan kebinasaan. Janganlah engkau membantu mereka dalam membinasakan dirimu sendiri.
Wahai diriku, sadarlah, engkau tidak benar-benar menginginkan dia dan dia pun tidak menginginkanmu. Lalu apa yang sebenarnya sedang kau cari?
Wahai diriku, semakin lama engkau memendamnya, semakin lemahlah dirimu. Buanglah dia jauh-jauh dan ambil kembali semangatmu. Kalahkan para syaithan itu dan taklukkan godaannya.
Wahai diriku, jangan engkau mengikuti jalan orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri. Apakah engkau hendak kembali ke masa-masa jahiliyyahmu? Apa kata para penduduk langit jika seandainya engkau benar-benar mengikuti mereka…
Wahai diriku, jagalah dirimu, pandanganmu, telingamu, lisanmu. Jauhilah hal-hal yang akan mendorongmu kepadanya. Carilah orang yang engkau cintai dan diapun mencintaimu karena Allah…
Ya Allah, wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku kepada Dien-Mu…
18 Februari 2009 pukul 8:43 am |
hehehe,, sedang jatuh cinta ya? hati2 tuh :D
18 Februari 2009 pukul 11:07 am |
Wakakakaka……….. Sindrom anak muda…
(sayang ga ada emoticon yang ngakak sambil guling-guling…)
18 Februari 2009 pukul 1:27 pm |
Emang siapa yang anak muda?
:D
19 Februari 2009 pukul 2:20 am |
wahhh ehm ehm
hehehehe
19 Februari 2009 pukul 6:46 am |
ciecie,,akhem…,wah2 brar, sindrom anak kuliahan tuh brar.,
kalo sudah mampu nikah akh.,
19 Februari 2009 pukul 6:47 am |
ciecie,,akhem…,wah2 brar, sindrom anak kuliahan tuh brar.,
kalo sudah mampu nikah akh,
19 Februari 2009 pukul 7:18 am |
berilah aku nasihat…
21 Februari 2009 pukul 6:12 am |
cie cie abrar
cie cie cie cie
21 Februari 2009 pukul 7:49 am |
brar, kok kayaknya kita lagi mengalami hal yang serupa…
23 Februari 2009 pukul 6:26 am |
Wuihh! Hnya ni yg bs ku ktkan ‘MasyaAllah antum nie’. G ppa, tu fitrah mnusia kok. Jgn dpungkri. Aslkn kta bs mngndlikn prsaan tu. Tp klo dah kuat nikah, taaruf ja lngsung, he3. Up to you ja lah.:-]
23 Februari 2009 pukul 6:39 am |
Sungguh manusia akn dpertnykan perbuatnnya d akhrat kelak. . . .
sabar+bnyak puasa. . . insyaallah mas abrar dberi solusi dr mslh ini, . .
kdang suatu jln itu memang berliku . . .dn tetaplh cri jlan yg lurus(baik.red) krna itu yg mmbuatmu beruntng. . . .
itu jg cobaan dr ALLAH atas berbgai anugrah ALLAh kpadamu. . APAKAh kmu akn mensukuri atw kufur. . . renungkanlah. . . . .
4 Maret 2009 pukul 1:11 pm |
itu firah brar…. pi jagan sampe kelewatan….
23 Maret 2009 pukul 2:49 am |
hehe…
udah gede kaya’nya…