Rasa yang Membinasakan

ai Perasaan itu kembali menerpa. Muncul dan lenyap silih berganti begitu saja, dengan objek yang berbeda pula. Perasaan yang kata sebagian orang begitu indah. Ya, memang sungguh indah saat merasakannya datang.

Tapi sadarlah, sungguh dibalik keindahan itu tersimpan sesuatu yang membinasakan. Betapa tidak, ingatlah bagaimana keadaanmu setelah perasaan itu menetap. Semangat yang menghilang, berganti dengan kelemahan yang tidak jelas. Hmm… perasaan ini benar-benar akan menghancurkanmu suatu saat nanti.

Maka, dengarlah wahai diriku, sungguh engkau sedang ditipu oleh para syaithan. Mereka membisikkan keindahan-keindahan semu tentang dia kedalam dadamu. Sadarlah bahwa engkau sebenarnya sedang digiring kepada jalan kebinasaan. Janganlah engkau membantu mereka dalam membinasakan dirimu sendiri.

Wahai diriku, sadarlah, engkau tidak benar-benar menginginkan dia dan dia pun tidak menginginkanmu. Lalu apa yang sebenarnya sedang kau cari?

Wahai diriku, semakin lama engkau memendamnya, semakin lemahlah dirimu. Buanglah dia jauh-jauh dan ambil kembali semangatmu. Kalahkan para syaithan itu dan taklukkan godaannya.

Wahai diriku, jangan engkau mengikuti jalan orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri. Apakah engkau hendak kembali ke masa-masa jahiliyyahmu? Apa kata para penduduk langit jika seandainya engkau benar-benar mengikuti mereka…

Wahai diriku, jagalah dirimu, pandanganmu, telingamu, lisanmu. Jauhilah hal-hal yang akan mendorongmu kepadanya. Carilah orang yang engkau cintai dan diapun mencintaimu karena Allah…

Ya Allah, wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku kepada Dien-Mu…

13 Tanggapan ke “Rasa yang Membinasakan”

  1. herr Berkata:

    hehehe,, sedang jatuh cinta ya? hati2 tuh :D

  2. rismaka Berkata:

    Wakakakaka……….. Sindrom anak muda…
    (sayang ga ada emoticon yang ngakak sambil guling-guling…)

  3. abrari Berkata:

    Emang siapa yang anak muda?
    :D

  4. visakana Berkata:

    wahhh ehm ehm
    hehehehe

  5. rc7 Berkata:

    ciecie,,akhem…,wah2 brar, sindrom anak kuliahan tuh brar.,
    kalo sudah mampu nikah akh.,

  6. rc7 Berkata:

    ciecie,,akhem…,wah2 brar, sindrom anak kuliahan tuh brar.,
    kalo sudah mampu nikah akh,

  7. abrari Berkata:

    berilah aku nasihat…

  8. ehmm Berkata:

    cie cie abrar

    cie cie cie cie

  9. bloksaya Berkata:

    brar, kok kayaknya kita lagi mengalami hal yang serupa…

  10. Cah Metro Berkata:

    Wuihh! Hnya ni yg bs ku ktkan ‘MasyaAllah antum nie’. G ppa, tu fitrah mnusia kok. Jgn dpungkri. Aslkn kta bs mngndlikn prsaan tu. Tp klo dah kuat nikah, taaruf ja lngsung, he3. Up to you ja lah.:-]

  11. Maknyoss32.wordpress.com Berkata:

    Sungguh manusia akn dpertnykan perbuatnnya d akhrat kelak. . . .
    sabar+bnyak puasa. . . insyaallah mas abrar dberi solusi dr mslh ini, . .
    kdang suatu jln itu memang berliku . . .dn tetaplh cri jlan yg lurus(baik.red) krna itu yg mmbuatmu beruntng. . . .
    itu jg cobaan dr ALLAH atas berbgai anugrah ALLAh kpadamu. . APAKAh kmu akn mensukuri atw kufur. . . renungkanlah. . . . .

  12. embun pagi Berkata:

    itu firah brar…. pi jagan sampe kelewatan….

  13. fearlee Berkata:

    hehe…
    udah gede kaya’nya…

Tinggalkan Balasan