Akhirnya, sebuah penantian yang tidak diharapkan itu berakhir juga. Kamarku di asrama ketambahan 2 orang lagi. Mereka adalah orang-orang yang masuk IPB melalui jalur tes alias SNMPTN.
Anak yang pertama bernama Mohammad Zainurrijal Bin Yusof. Dia dari Malaysia, tepatnya dari Negeri Sabah (di atasnya Kalimantan). Dia masuk IPB lewat jalur tes di sana, semacam SNMPTN Malaysia gitu lah. Di IPB dia mengambil jurusan MNH. Dia datang bersama 46 anak Malaysia lainnya yang juga mengambil gelar S1. Walaupun anak Malaysia, Bahasa Indonesianya sudah mendingan lah, walaupun masih sering memakai vocabulary Malaysian. Sedangkan anak yang kedua bernama Arland Asra. Dia dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Masuk lewat SNMPTN mengambil jurusan TSL. Sedangkan si Mahmud sudah menghuni kamar itu sejak sebulan yang lalu bersama gua.
Jadi, sekarang kamarku yang berukuran sekitar 5×5 meter itu sudah dihuni oleh 4 orang. Hmm… Privasi semakin terpinggirkan. Kesemua penghuni kamarku selain aku adalah orang-orang dari ras Melayu. Satu Jambi, satu Minang, satu lagi Malay. Lengkap sudah. Anak-anaknya juga gak asik-asik amat. Nggak bisa diajak gojek. Tapi alhamdulillah semuanya muslim, walaupun masih kayak gitu lah.
Huuh… Semoga setahun ini cepat berlalu…
15 Agustus 2008 pukul 3:43 am |
seneng yo brar, penuh!
artinya masing2 klian mnempati area 6 m persegi lebih dikit. lumyan lah
16 Agustus 2008 pukul 2:49 am |
untung moslem smuaH :)
eh, kajian jumat sore masih ada gak sih di ma’had?
16 Agustus 2008 pukul 6:21 am |
kata Mas Ari masih ada terus yang di ma’had. yang di fahutan juga, tapi belum mulai soalnya lagi pada liburan mahasiswanya.