Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • abrari 3:05 pm pada 25 February 2014 Permalink | Balas  

    Terjemahan bahasa Indonesia di Lafzi 

    Alhamdulillah di Lafzi telah ditambahkan terjemahan bahasa Indonesia di setiap ayat hasil pencarian. Berikut penampakannya:

    Terjemah bahasa Indonesia

    Terjemahan adalah terjemahan versi Depag RI yang diambil dari tanzil.net/trans. Selain terjemahan, ditambahkan juga fasilitas untuk menyalin teks Al-Quran dan untuk membuka ayat yang dimaksud di Al-Quran online milik KSU (quran.ksu.edu.sa). Tampilan huruf (font) Arab yang digunakan juga diganti dengan yang lebih bagus (menurut saya).

    Dengan tambahan ini dan perbaikan algoritme seperti posting sebelumnya, maka Lafzi yang sekarang bisa dianggap sebagai versi 2.

     
    • syaiful 1:59 am pada 26 Februari 2014 Permalink | Balas

      it’s work… :)

  • abrari 6:27 am pada 22 February 2014 Permalink | Balas  

    Perbaikan algoritme Lafzi 

    Setelah hampir 2 tahun ditinggalkan, akhirnya sempat juga mengutak-atik kembali Lafzi. Kali ini dilakukan perbaikan terhadap algoritme untuk pemberian skor dan metode sorotan pada hasil pencarian. Tujuannya yaitu untuk memperbaiki hasil pencarian. Perhatikan gambar berikut, yakni Lafzi yang menggunakan algoritme lama untuk mencari lafal “wal yatalattof” (kata pada pertengahan Al-Quran).

    Lafzi algoritme lama

    Terlihat hasil yang “menyebar” tidak teratur, bahkan lafal yang dicari pun tidak ditemukan. Bandingkan dengan Lafzi yang menggunakan algoritme baru pada gambar berikut.

    Lafzi algoritme baru

    Tepat sasaran, alhamdulillah :)

    Algoritme baru yang dimaksud yaitu perubahan cara menghitung skor keterurutan, yang tadinya menggunakan metode longest-increasing subsequence menjadi metode longest-contiguous subsequence. Metode yang baru ini sebenarnya lebih simpel, sayangnya tidak dari dulu kepikirannya. Metode ini juga mendukung fungsi sorotan hasil pencarian yang lebih terkelompok.

    Selain itu, skor kemunculan yang tadinya hanya menggunakan posisi kemunculan pertama query pada dokumen, sekarang seluruh posisi kemunculan juga diperhitungkan. Ini juga ada kaitannya dengan penggunaan metode longest-contiguous subsequence.

    Demikian sedikit laporan perbaikan untuk kali ini. Silakan cek Lafzi pada alamatnya: http://apps.cs.ipb.ac.id/lafzi.

     
  • abrari 10:44 pm pada 30 September 2012 Permalink | Balas  

    Menikah 

    Alhamdulillaahi alladzii bi ni’matihii tatimmu ash-shaalihaat.

    Pada Hari Jum’at tanggal 21 Desember 2012, pemilik blog ini telah menggenapkan separuh agamanya.

     
    • WP Graphics review 3:42 pm pada 31 Oktober 2012 Permalink | Balas

      You need to take part in a contest for one of the best websites on the internet.

      I will highly recommend this site!

    • syaif 12:01 pm pada 3 November 2012 Permalink | Balas

      insyaallah…. untung deket daerah Bantul itu, ya 2-3 km aja dari kampusku….

    • ahmad 1:04 pm pada 23 November 2012 Permalink | Balas

      ehm..ehm aku oleh teko ga?opo teko nang kontrakan ae lah,

    • avoir plus de vue sur youtube 1:53 am pada 29 Maret 2013 Permalink | Balas

      You need to be a part of a contest for one of the highest quality blogs on the internet.

      I am going to highly recommend this web site!

  • abrari 7:57 am pada 14 September 2012 Permalink | Balas  

    Taqwa 

    قال طلق بن حبيب رحمه الله : التقوى أن تعمل بطاعة الله على نور من الله ترجو ثواب الله وأن تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله

    Berkata Thalq bin Habib rahimahullah: Taqwa adalah engkau beramal dengan ketaatan kepada Allah, di atas nur dari Allah, dengan mengharapkan balasan Allah, dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah, di atas nur dari Allah, dengan takut kepada hukuman Allah.

     
  • abrari 2:39 pm pada 4 August 2012 Permalink | Balas  

    Sekufu dalam hal suku 

    Ikhwan yang telah berniat menyempurnakan separuh dien, ada sedikit saran pribadi dari saya, yaitu: carilah yang sekufu alias setara dalam hal suku. Apakah itu penting? Berdasarkan pengalaman yang tidak perlu diceritakan, itu sangat penting.

    Bukan berarti menafikan bahwa yang utama adalah yang baik agamanya. Tapi suku juga harap dipertimbangkan. Sebuah kenyataan yang tidak mengenakkan bahwa ketika kita sudah disatukan dengan Islam, disatukan dalam naungan sunnah, namun harus berpecah akibat perbedaan suku.

     

     
    • jual madu 10:18 pm pada 31 Januari 2014 Permalink | Balas

      thanks for this great, suatu saat pgn kembali kesini lagi :)

  • abrari 1:12 pm pada 10 June 2012 Permalink | Balas  

    Biarlah dia berbicara mencela kehormatanku. Diamku, adalah jawaban bagi orang yang bodoh. Bukannya aku tidak memiliki jawaban. Hanya saja tidak pantas singa menjawab gonggongan anjing.

    Imam Asy-Syafi’i
     
    • abrari 1:15 pm pada 10 Juni 2012 Permalink | Balas

      Dikatakan oleh beliau rahimahullah sebagai jawaban bagi para pencela kebenaran.

      • syaif 7:12 am pada 16 Juni 2012 Permalink

        sabar ya Mas….

    • mangElan 1:41 pm pada 24 Juni 2012 Permalink | Balas

      tidak pantas singan menjawab gonggongan anjing;
      mantap, cocok!
      sesuai dengan hadits rasulu-lLah SAW.

  • abrari 12:13 pm pada 6 June 2012 Permalink | Balas  

    Bukan dizalimi 

    ظلمت نفسي

    ***

    Kalimat di atas dapat dibaca dengan 2 cara:

    • ظَلَمْتُ نفسي ) bila nafsii sebagai maf’uul, yang berarti “Aku telah menzalimi diriku”
    • ظُلِمَتْ نفسي ) bila nafsii sebagai naa-ibul faa’il, yang berarti “Diriku telah dizalimi”

    Karena judulnya “bukan dizalimi”, maka cara membaca yang pertama yang dipakai, “Aku telah menzalimi diriku”. Sebuah pengakuan yang selayaknya kita ungkapkan untuk bertaubat kepada-Nya…

     
  • abrari 1:18 pm pada 1 June 2012 Permalink | Balas  

    Motor baru (dikirim) 

    Alhamdulillah, hari ini sepeda motor kiriman dari rumah sudah sampai di Bogor. Dikirim hari Selasa kemarin dari Lampung, dan sampai di Bogor tadi pagi via Kantor Pos. Tarifnya cukup mahal juga, sekitar 700 ribu. Tapi memang diharapkan lebih baik dalam pelayanannya, karena kalau dititipkan via bus (tarif lebih murah) katanya sepeda motor tersebut digeletakkan begitu saja di bagasi bus, yang tentunya kurang manusiawi sepedamotorwi.

    Ya, baru setelah lulus kuliah saya dikirimi sepeda motor, karena sewaktu kuliah lebih banyak mengendarai sepeda atau jalan kaki.  Dan waktu sudah kerja harus lebih mobile karena terkadang harus hadir ke tempat di luar daerah sini.

    Beberapa bertanya, kenapa tidak beli di Bogor saja? Jawabannya karena di rumah kendaraan itu tidak dimanfaatkan lagi karena ayah saya mendapat fasilitas sepeda motor dari kantornya. Jadi, daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik dikirimkan ke anaknya yang lebih membutuhkan :)

     
  • abrari 2:03 pm pada 30 May 2012 Permalink | Balas  

    Hadiah atau insentif untuk karyawan 

    Barangkali sering dijumpai karyawan yang hanya bekerja dengan giat jika diberi insentif tambahan. Istilahnya, “uang pelicin”. Padahal mereka sudah digaji untuk pekerjaan yang seharusnya memang mereka kerjakan, tetapi kalau tidak diberi tambahan insentif mereka tidak mengerjakannya.

    Ada penjelasan dari ulama mengenai yang seperti ini. Syaikh ‘Utsaimin pernah ditanya tentang insentif yang diberikan kepada karyawan karena ia giat bekerja, dan berikut jawaban ringkasnya:

    Tidak, hadiah tersebut tidaklah tergolong suap selama fungsi hadiah tersebut adalah memotivasi kerja. Akan tetapi, jika karyawan tersebut tidak mau melaksanakan kewajibannya dengan baik kecuali diberi hadiah, maka hadiah untuk karyawan dalam kondisi semisal ini adalah risywah atau suap.

    Hadiah tersebut hukumnya haram bagi si karyawan karena hadiah tersebut adalah hadiah agar si karyawan melakukan kewajibannya sebagaimana mestinya. Sedangkan kaidah dalam masalah ini ialah tidak boleh meminta atau menerima hadiah dalam rangka agar melaksanakan kewajiban.

    Ya, saya adalah karyawan, yang terkadang juga khawatir terjatuh kepada perkara ini (hanya mau melaksanakan kewajiban kalau diberi insentif tambahan, padahal sudah digaji untuk melaksanakan kewajiban yang harus dikerjakan). Semoga kita yang berposisi sebagai karyawan dilindungi Allah dari yang seperti ini.

    Sumber lengkapnya, silakan simak di http://pengusahamuslim.com/halal-haram-komisi-1519.

     
  • abrari 10:38 pm pada 27 May 2012 Permalink | Balas  

    Sungguh Islam mengaturnya dengan mudah dan sederhana. Adat manusialah yang membuatnya sulit dan rumit.

     
c
Compose new post
j
Postingan berikutnya/Komentar berikutnya
k
Postingan sebelumnya/Komentar sebelumnya
r
Balas
e
Edit
o
Tampilkan/Sembunyikan komentar
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.