Saya adalah orang yang anti-politik. Tapi belakangan saya jadi sering membahas satu partai politik, yaitu PKS. Terserah apa kepanjangannya. Yang jelas, posting mengenai PKS akan saya taruh di blog yang sepi ini, sekedar mencurahkan sesuatu (100% kekecewaan) yang kadang terpikirkan.
Jadi, kenapa membahas PKS?
Pertama, saya punya “kenang-kenangan” bersama partai ini. Dulu, waktu SMA, saya ikut ROHIS dan memang dekat sekali dengan partai ini. Untungnya, saya tidak sampai menjadi “simpatisan”, sekedar “cukup tahu” saja.
Kedua, teman-teman saya yang orang baik-baik, shalih wa shalihat, banyak yang merupakan orang partai ini, atau paling tidak merupakan pendukungnya. Bahkan, istri saya adalah mantan salah satu ujung tombak partai ini, yang alhamdulillah beliau sadar ada yang tidak benar di dalamnya.
Ketiga, bukan hanya sebagai “partai Islam”, partai ini juga melabeli dirinya dengan sebutan “partai dakwah”. Suatu label yang konsekuensinya sangat besar. Sayangnya, label inilah yang menimbulkan banyak sumber kekecewaan dengan sepak terjangnya akhir-akhir ini.
Akhir tulisan, saya ingin mengutip dari seorang yang memerhatikan partai ini di blog PKSWatch yang sudah ditutupnya, sesuatu yang saya ingin jadi seperti beliau (berhenti memikirkan PKS):
Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak menarik minat saya lagi, sudah sama seperti ketika membicarakan partai-partai politik yang lain. Dengan hati yang yakin, mantap dan ringan, dengan menyebut asma Allah Ta’ala, saya menyatakan menutup blog ini.
ahmad 11:44 am pada 5 Mei 2013 Permalink |
Kebetulan atasan di kantor saudara pak mentri yang dari pks,
pas saya ngomong klu pak mentri menk*m**** bersih ya pak,
tiba2 atasan saya jawab ga juga, klu dia “mainnya cantik”
ahmad 11:51 am pada 5 Mei 2013 Permalink |
Tapi sebagian dai yang dikatakan salafy masih menjalin hubungan dengan orang-orang P*S atau bahkan petingginya, dan tentunya ini akan menipu sebagian salafiyin.
yang saya tahu brar, ada salah seorang pengisi (dulu, sekarang tidak tau apakah masih menjadi pengisi) di salah satu radio yang cukup terkenal di indonesia, tempatnya cileungsi mengisi kajian bersama ustadz ahmad sa*wat.
ahmad 4:34 am pada 8 Mei 2013 Permalink |
bismillah, brar denger di menit ke-60 dst (sesi tanya jawab)
http://www.4shared.com/mp3/KqxRP7Ze/008_Ust_Afifuddin__Ust_Usamah_.html
disitu ada penejelasan ttg syaikh ali hasan dan al arifi (pengisi rodja) mudah2 bermanfaat
ahmad 2:43 am pada 16 Mei 2013 Permalink
ni brar link bagus
http://catatanmms.wordpress.com/2013/05/03/sebuah-kado-istimewa-teruntuk-saudariku-yang-masih-berada-di-barisan-ikhwanul-muslimin-semoga-allah-memberi-kita-hidayah/